Jelang Kongres PSSI, Papua Diikat 4 Hal

Kompas.com - 10/06/2011, 15:52 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) megusulkan empat poin yang perlu dipakai Pengurus Provinsi PSSI Papua, jelang kongres PSSI pada 9 Juli 2011 mendatang.

Ketua Komisi E DPR Papua, Marcus Mirino, kepada wartawan, di Jayapura, Jumat (10/6/2011) mengatakan, empat poin yang diusulkan ke Pengprov PSSI Papua itu diputuskan melalui rapat koordinasi Komisi E bersama pengurus KONI pada Rabu (8/6/2011).

Tujuan dari rapat itu adalah membicarakan persiapan PSSI Papua dalam rangka mengikuti kongres PSSI yang akan digelar pada 9 Juli 2011 mendatang.

Dia menjelaskan, empat poin yang dihasilkan dalam rapat itu adalah, PSSI Papua hendaknya tidak lagi mengusung kandidat ketua umum dan wakil yang sudah dianulir FIFA. Kedua, Pengprov PSSI dan KONI Papua harus segera melakukan koordinasi dengan lima klub sepak bola yang mempunyai hak suara (Persipura, Persiwa, PSBS Biak, dan Persiwar) untuk menyepakati kandidat ketua umum dan wakil yang akan dicalonkan pada kongres nanti.

Ketiga, dalam delegasi ke kongres PSSI nanti, Pengprov PSSI Papua hendaknya tidak mengikutsertakan Sekretaris PSSI Papua, Usman Fakaubun. Sedangkan yang keempat, Pengprov PSSI disarankan untuk segera menggelar rapat luar biasa guna mengevaluasi kepengurusan Pengprov PSSI Papua (SK PSSI, No.SKEP/26/NH/II/2010) yang selama ini ternyata tidak aktif, untuk selanjutnya mengambil langkah penyempurnaan.

Dia mengatakan, dalam rapat tersebut juga menghasilkan beberapa catatan yakni, mengikutsertakan saudara Steve Dumbon dan Kamasan Jack Komboy dalam anggota delegasi Pengprov PSSI Papua dalam kongres PSSI.

"Kami harapkan dua nama ini bisa dipertimbangkan Pengprov PSSI Papua sebagai anggota delegasi, sehingga bisa mengawasi jalannya kongres nanti," katanya.

Sementara Sekretaris Komisi E DPRP Papua, Kenius Kogoya, menambahkan, seluruh masyarakat Papua meninginkan kongres PSSI berjalan dengan baik serta mendatangkan hasil terbaik, sehingga tidak merugikan klub-klub sepak bola di Indonesia.

Untuk itu, lanjutnya, sangat diharapkan anggota delegasi yang menghadiri kongres nanti, bisa saling berkoordinasi dalam mengambil keputusan, sehingga tidak merugikan sepak bola Indonesia, khususnya Papua.

"Kami sangat menginginkan hasil kongres nanti bisa membawa titik terang bagi sepak bola Indonesia, karena itulah yang diinginkan masyarakat," katanya. (ANT)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau