Ke Belitung, Jangan Lupa Pulau Lengkuas

Kompas.com - 11/06/2011, 15:25 WIB

KOMPAS.com — Cerita keindahan Pulau Lengkuas di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, telah menjadi daya tarik utama wisatawan berlibur di Pulau Belitung. Keindahan panorama alam pantai yang dipagari batu granit dan pasir putih telah menjadikan pulau tersebut sensual di mata wisatawan.

Untuk menggapai pulau kecil ini tidaklah sulit. Cukup menyewa perahu yang kerap parkir di Tanjung Binga maupun dari Tanjung Kelayang, wisatawan siap diantar kapan pun mereka mau. Biaya sewa pun relatif murah, Rp 350.000-Rp 450.000. Wisatawan, baik sendiri maupun rombongan, akan diantar menuju sensasi keindahan Pulau Lengkuas.

Perjalanan yang ditempuh hanya memakan waktu 30-40 menit dari Tanjung Kelayang. Jika berangkat dari Tanjung Binga justru bisa lebih cepat lagi karena dari dermaga Tanjung Binga, keelokan Pulau Lengkuas sudah memanggil untuk disentuh.

Perahu yang biasa digunakan untuk menuju Pulau Lengkuas adalah perahu nelayan yang biasa digunakan para nelayan Tanjung Kelayang maupun Tanjung Binga. Perahu ini biasanya istirahat pada siang hari. Karenanya, wisatawan bisa menyewa perahu nelayan tersebut untuk membawa mereka menuju pulau eksotis aset Kabupaten Belitung. Perahu yang digunakan tersebut cukup unik karena perahu tersebut terdapat rangka di kedua sisi perahu yang membuat perahu menjadi stabil, meski saat berlayar diterpa ombak besar.

Pulau Lengkuas terletak di arah utara Desa Tanjung Binga. Saking kecilnya, pulau ini bisa dikelilingi hanya dalam 15-20 menit. Apalagi jika berkeliling pulau menggunakan perahu yang disewa, hanya 10 menit semua sudut pulau sudah bisa terlihat.

Di seputar pulau ada banyak pulau batu/batu granit yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki melintasi laut yang dangkal dengan kedalaman tidak kurang dari 1-1,5 meter. Berbeda dengan batu granit kebanyakan di Bangka Belitung ini, struktur batu/batu granit di sekitar Pulau Lengkuas terlihat unik. Batu granit yang berdiri kokoh di Pulau Lengkuas semakin indah dengan kombinasi pantai yang berpasir putih dan pepohonan yang rimbun.

Air lautnya yang jernih semakin menambah menawan pulau kecil ini. Saking jernihnya, para wisatawan yang berkunjung di Pulau Lengkuas bisa melihat dengan jelas ikan-ikan yang berkejaran di dasar laut. Sekitar Pulau Lengkuas ini sangat cocok dan menyenangkan untuk bermain di air laut atau snorkling.

Cerita keindahan Pulau Lengkuas dengan pernak-pernik yang dimilikinya telah menghipnotis wisatawan Nusantara maupun mancanegara, khususnya para fotografer. Sehingga tidak heran lagi jika pada hari libur Minggu ataupun libur nasional, pulau yang tidak sampai satu hektar akan dipenuhi para pengunjung.

"Snorkeling"

Bagi wisawatan Nusantara, tidaklah puas ke Pulau Lengkuas jika tidak ber-snorkeling dan diving. Keindahan bawah laut sekitar Pulau Lengkuas, Pulau Babi, Pulau Burung, dan Pulau Pasir di gugusan pulau-pulau kecil sebelah utara Pulau Belitung ini membuat penasaran wisatawan untuk menyaksikan langsung dari dekat.

Seperti wisatawan asal Jakarta. Mereka menggunakan peralatan selam dan berangkat pakai perahu menuju lokasi snorkeling berjarak sekitar 200 meter dari Pulau Lengkuas.

Keindahan bawah laut sekitar Pulau Lengkuas ini sudah terkenal hingga mancanegara. Beragam terumbu yang masih terawat dan ratusan ikan hias yang berenang di bawah permukaan laut semakin menarik minat sebagian wisatawan untuk melihatya.

Apalagi cuaca siang itu sangat mendukung. Matahari yang bersinar terang dan air laut yang tenang membuat snorkeling dan diving semakin nikmat. (Bangka Pos/Dodi Hendriyanto)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau