Terduga Teroris Akan Sebar Racun di Polda

Kompas.com - 11/06/2011, 21:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Enam terduga teroris yang ditangkap Tim Detasemen 88 Mabes Polri di Jakarta, Jumat (10/6/2011), berencana menyebarkan racun sianida di kantin kantor polsek, polres, dan kantin Markas Polda Metro Jaya.

"Mereka ditangkap berkat pengakuan kelompok Poso yang menembak polisi. Mereka hendak menyebarkan racun sianida di kantin-kantin lingkungan polisi seperti kantor polsek, polres, dan Polda Metro Jaya. Bahkan dicurigai mereka juga akan menyebarkan racun di lingkungan asrama polisi," ungkap pengamat intelijen Dynno Chresbon kepada Tribunnews.com di Jakarta, Sabtu (11/6/2011).

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap lima orang di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat dan seorang lainnya ditangkap di wilayah Tambora, Jakarta Barat.

Mereka adalah:

1. Santhanam (30), ditangkap dari Utan Panjang III RT 12 RW 06, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

2. Wartoyo (34), ditangkap dari Jalan Trikora RT 05 RW 05, Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat.

3. Jumarto alias Qomarudin, alamat tinggal KTP di Kramat Batu Dalam No.1 RT 10 RW 08 Gandaria Selatan, ditangkap dari kontrakannya di Panca III Sumurbatu, Kemayoran, Jakarta Pusat.

4. Umar (25), ditangkap dari kontrakannya di Jalan Kramat Pulo Raya. Ruko Senen Lantai 5, Perkantoran Central Kramat Pulo No B26, Kemayoran, Jakarta Pusat.

5. Paimin (34), ditangkap dari kontrakannya di Serdang Baru I RT 09 RW 04, Kemayoran, Jakarta Pusat.

6. Budi Supriyadi (33), ditangkap dari Bendungan Jago RT 17 RW 02, Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau