Pariwisata

UNWTO Apresiasi Komitmen Indonesia

Kompas.com - 11/06/2011, 21:59 WIB

NUSA DUA, KOMPAS.com — Indonesia mendapat pengakuan dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO) sebagai negara yang memiliki komitmen tinggi untuk memajukan sektor pariwisata. Pengakuan tersebut diberikan melalui surat terbuka yang diserahkan Sekretaris Jenderal UNWTO Taleb Rifai kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan di Hotel Laguna, Nusa Dua, Sabtu (11/6/2011).

Seusai pertemuan, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan bahwa Indonesia adalah negara pertama di Asia yang mendapatkan pengakuan dari UNWTO. "Indonesia dianggap oleh UNWTO punya komitmen sangat tinggi dalam memajukan pariwisata. Menurut Sekjen UNWTO, Indonesia adalah negara Asia pertama yang diberikan Commitment Letter itu," kata Jero Wacik.

Parameter pengakuan itu, lanjut Jero Wacik, dilihat dari kesadaran Indonesia yang telah memandang sektor pariwisata sebagai industri yang menciptakan lapangan kerja, menumbuhkan ekonomi, menumbuhkan peluang untuk mengurangi kemiskinan, dan ramah lingkungan.

Menurut Jero Wacik, UNWTO juga menilai Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir telah mengalami kemajuan pesat dalam bidang pariwisata. "Dia (Sekjen UNWTO Taleb Rifai) mengatakan bahwa ini kesempatan emas bagi Indonesia karena banyak sekali investor sudah mau akan datang ke Indonesia untuk investasi," tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau