Bencana

Longsor, Distribusi Air PDAM "Ngadat"

Kompas.com - 12/06/2011, 02:31 WIB

ENREKANG, KOMPAS.com — Distribusi air bersih ke ratusan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, terancam terhambat. Pasalnya, tiga pipa milik PDAM Kabupaten Enrekang rusak akibat longsor yang terjadi di sumber mata air Kalimbubu, Kelurahaan Tuara, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Kamis (9/6/2011) malam lalu.

Kerusakan tersebut dipastikan berimbas pada distribusi air bersih bagi pelanggan di beberapa titik dalam wilayah ibu kota Kabupaten Enrekang. "Distribusi air tidak mengalir secara normal. Tiga pipa air PDAM terlepas dari sambungan utama, rusak akibat longsor yang terjadi," kata Direktur PDAM Abdul Saman Bompeng kepada Kompas.com.

Belum ada kepastian kapan distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan bisa kembali berjalan normal. Namun, kata Saman, pihaknya sudah menurunkan sepuluh orang tenaga teknis untuk segera melakukan pembenahan.

PDAM Kabupaten Enrekang sendiri sempat meraih penilaian tertinggi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait peningkatan kinerja dan penyempurnaan tata kelola perusahaan.

"Kerusakan yang terjadi secepatnya akan segera kami benahi agar distribusi air bisa segera berjalan normal. Karena dalam tahun ini pula, kami melakukan penyambungan baru ke 1.000 rumah tangga di Kecamatan Anggeraja," tandas Abdul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau