Giliran Mak Comblang Kate Menikah

Kompas.com - 12/06/2011, 21:17 WIB

KOMPAS.com - Sam Waley-Cohen, pria yang disebut-sebut sebagai mak comblang Pangeran William dan Kate Middleton karena menyatukan mereka kembali setelah putus tahun 2007 lalu, menikahi Annabel Ballin, Minggu (12/6/2011). Pernikahan yang berlangsung di St Michael and All Angels Church di Lambourn, Berkshire, ini mendapat tamu kejutan, yaitu The Duchess of Cambridge dan adiknya, Pippa Middleton.

Kate tampak mengenakan gaun dengan motif bulatan-bulatan warna hitam-putih, plus topi hitam. Sedangkan Pippa mengenakan gaun hitam bermotif yang ditutup dengan coat warna hijau limau, juga dengan topi hitam yang menjadi tradisi di Inggris.
 
Kedatangan Kate ini memang tidak diduga sebelumnya. Sebab, Kate baru saja menghadiri upacara Trooping the Colours yang juga merupakan rangkaian perayaan resmi ulang tahun Ratu Elizabeth, di Istana Buckingham. Setelah itu tiba-tiba Kate memutuskan untuk menghadiri pernikahan Sam. Ia tiba sekitar 20 menit sebelum sakramen perkawinan dimulai, dan langsung berbaur dengan para tamu di situ. Namun, ia memastikan agar kehadirannya tidak mencuri perhatian undangan dari pengantin wanitanya.

Meskipun sempat berganti pakaian, Kate masih mengenakan topi hitam yang dipakainya di acara kerajaan di Istana Buckingham. Topi itu bukan satu-satunya "koleksi lamanya". Gaun hitam putih yang dipakainya itu ternyata sudah pernah terekam kamera paparazzi, tepatnya ketika Kate hangout di kelab malam Boujis pada tahun 2007, juga bersama sang adik. Hanya saja, saat itu Kate menutup gaunnya dengan kardigan hitam.

Perempuan 29 tahun ini memang dikenal praktis, dan tak mengandalkan penata gaya khusus untuk mengatur penampilannya. Untuk menghadiri acara 10th Annual Absolute Return for Kids Gala Dinner di Istana Kensington beberapa hari sebelumnya, Kate berbelanja sendiri di kawasan King's Road, London.

Ia mengunjungi toko favoritnya, Peter Jones, untuk pertama kalinya sejak menjadi anggota keluarga kerajaan. Di department store ini, Kate menghabiskan hampir satu jam untuk membeli aksesori. Ia juga mengunjungi Boots, di mana ia membeli beberapa pelembab wajah Nivea. Tak banyak orang yang menyadari bahwa sang calon ratu ini ada di antara mereka.

Penampilan Kate saat itu memang sangat kasual, hanya memakai skinny jeans keluaran Hudson, jumper warna krem, dan sepatu datar warna putih. Wajahnya tanpa riasan, dan rambutnya hanya diikat seadanya. Satu-satunya barang mewah yang dikenakannya adalah cincin safir pertunangannya yang merupakan warisan Putri Diana.

Meskipun tampil sederhana, untuk berbelanja sendiri selama tiga jam di sana, Kate didampingi oleh dua polisi berpakaian preman dari Scotland Yard. Satu polisi lainnya menunggu di Range Rover dari regu pelindung diplomatik dan kerajaan.

Seusai berbelanja, Kate pulang ke Clarence House, apartemen yang ditinggalinya bersama William dan Pangeran Harry, sebelum pasangan ini pindah ke Istana Kensington bulan depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau