Maya hasan

"Jazz Gunung"

Kompas.com - 13/06/2011, 02:40 WIB

Pemain harpa Maya Hasan (39) akan berkolaborasi dengan Djaduk Ferianto dalam perhelatan Jazz Gunung di Gunung Bromo, Jawa Timur. Pada festival yang diselenggarakan pada Juli tersebut, dia akan menenteng harpa ke gunung itu.

”Saya pernah ke Gunung Bromo sewaktu masih kecil, sudah lama sekali. Betapa ini akan menjadi pengalaman yang menarik. Terbayang saya menenteng harpa, naik gunung, melewati padang pasir, pasti pengalaman yang luar biasa,” kata Maya yang juga tampil dalam Ngayogjazz 2011.

Jazz Gunung tahun 2011 mengangkat tema ”Indahnya Jazz Merdunya Gunung”. Ini merupakan tahun ketiga penyelenggaraan Jazz Gunung yang selalu mengangkat musik tradisional.

Berkaitan dengan musik tradisional, Maya menceritakan pengalaman tentang permainan harpanya yang dinilai kebarat-baratan.

”Alat musik saya dibilang Barat. Sejak 10 tahun lalu, saya bersikukuh bahwa saya orang Indonesia yang kebetulan main harpa. Masak karena ini jadinya dianggap bukan Indonesia,” ujarnya.

Sejak saat itu Maya menjadi sering bermain harpa dengan memakai kostum kain tradisional.

”Bagi saya, ekspresi audio dan visual itu tidak bisa dipisahkan. Apalagi, saya pada dasarnya memang suka dandan, dan itu penting...,” Maya menambahkan. (SIE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau