P
”Saya pernah ke Gunung Bromo sewaktu masih kecil, sudah lama sekali. Betapa ini akan menjadi pengalaman yang menarik. Terbayang saya menenteng harpa, naik gunung, melewati padang pasir, pasti pengalaman yang luar biasa,” kata Maya yang juga tampil dalam Ngayogjazz 2011.
Berkaitan dengan musik tradisional, Maya menceritakan pengalaman tentang permainan harpanya yang dinilai kebarat-baratan.
”Alat musik saya dibilang Barat. Sejak 10 tahun lalu, saya bersikukuh bahwa saya orang Indonesia yang kebetulan main harpa. Masak karena ini jadinya dianggap bukan Indonesia,” ujarnya.
Sejak saat itu Maya menjadi sering bermain harpa dengan memakai kostum kain tradisional.
”Bagi saya, ekspresi audio dan visual itu tidak bisa dipisahkan. Apalagi, saya pada dasarnya memang suka dandan, dan itu penting...,” Maya menambahkan.