Libya

Diincar NATO, Khadafy Sempat Bermain Catur

Kompas.com - 13/06/2011, 08:26 WIB

TRIPOLI, KOMPAS.com — Menjadi target serangan NATO, pemimpin Libya Moammar Khadafy masih menerima tamu. Stasiun televisi Pemerintah Libya bahkan menayangkan rekaman pertemuannya dengan Presiden Federasi Catur Internasional (FIDE) Kirsan Ilyumzhinov, Minggu (12/6/2011).

Melalui kantor berita Rusia, Interfax, Ilyumzhinov membenarkan pertemuan itu. Mantan gubernur salah satu provinsi Rusia tersebut mengatakan, dia dan Khadafy bahkan sempat bermain catur di Tripoli. Ilyumzhinoz juga sempat bermain melawan Muhammad, putra sulung Khadafy.

"Pertemuan (dengan Khadafy) berlangsung selama dua jam," kata Ilyumzhinov yang berkunjung ke Libya dengan kapasitas sebagai Presiden FIDE.

"Khadafy menegaskan, dia tidak akan meninggalkan Libya, dan menekankan bahwa Libya adalah tanah airnya, tanah tempat anak-anak dan cucunya meninggal. Dia mengatakan tidak mengerti dari posisi apa dia harus turun," kata Ilyumzhinov kepada Interfax.

"Saya bukan perdana menteri, presiden, atau raja. Saya tidak memegang jabatan di Libya, jadi saya tidak punya posisi yang harus saya lepas," ujar Ilyumzhinov menirukan Khadafy.

Ilyumzhinov bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan Pendidikan Libya, selain meninjau tempat-tempat yang menjadi sasaran serangan udara NATO di Tripoli.

Khadafy, menurut Ilyumzhinov, juga menunjukkan rumah yang terkena lima bom NATO sehingga menyebabkan putra dan cucu-cucunya terbunuh.

Ilyumzhinov pernah menjadi Gubernur Kalmykia, daerah otonomi Rusia yang mayoritas warganya merupakan penganut Buddha.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau