JAKARTA, KOMPAS.com - Selain pembuangan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Bantar Gebang, Bekasi, rencananya akan dibangun satu lagi TPST di Ciangir, Tangerang. Namun sayangnya hingga saat ini proyek pembangunan tersebut masih terganjal kesepakatan dengan daerah penunjang.
"DKI telah membeli lahan seluas 96 hektar. Luas tersebut mampu menampung sebanyak 3.000 ton sampah per hari. Sementara, diperkirakan sampah DKI yang akan masuk ke Ciangir, hanya sekitar 1.000 ton sampah per hari. Agar tidak mubazir kami akan bekerjasama dengan wilayah lain agar TPST tersebut juga dapat digunakan," kata Kepala Dinas Kebersihan DKI, Eko Bharuna, Senin (13/6/2011).
Untuk mewujudkan hal itu, Dinas Kebersihan DKI mencoba kerja sama dengan daerah penyangga di sekitar Ibu Kota, yaitu Tangerang dan Tangerang Selatan. Namun sayangnya, masih belum ada kesepakatan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan hingga saat ini.
"Kendalanya ada di dua pemerintah kota tersebut. Kalau Jakarta welcome saja tapi sampai saat ini Pemkot Tangsel masih belum sepakat," ujar Eko.
Investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan TPST seperti yang di Bantar Gebang saja sebanyak Rp 700 miliar. Sementara biaya operasional sebesar Rp 200.000 per ton. Namun, Pemprov DKI hanya mampu Rp 100.000 per ton. Karena besarnya biaya, Pemprov DKI merasa perlu mengajak wilayah lain.
Saat ini volume sampah di DKI mencapai 6.595 ton sampah per hari. Ini meningkat jika dibandingkan pada tahun 2009 yang hanya 6.200 ton sampah. Dari 6.595 ton sampah, sepertiganya merupakan sampah jenis plastik dan kertas, kedua jenis sampah itu dikirim ke tempat pengolahan akhir sampah (TPAS) di Marunda dan Sunter, Jakarta Utara, serta Cakung-Cilincing di Jakarta Timur.
TPST Bantargebang yang mempunyai luas sekitar 110 hektar, hanya mampu menampung 5.300 ton sampah per hari. Karena itu, nantinya TPST Ciangir, akan menampung sampah-sampah dari wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Tangerang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang