Laporan penyelewengan bos

Kadisdik DKI Siap Ikuti Proses Hukum

Kompas.com - 13/06/2011, 17:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto menyatakan siap mengikuti proses hukum yang berjalan terkait laporan Indonesia Corruption Watch (ICW) mengenai dugaan menghambat informasi publik dan dugaan penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun 2007-2009. ICW mensinyalir adanya praktik penyelewengan dana BOS di beberapa sekolah menengah pertama negeri di Jakarta.

"Menurut hemat saya, pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah berjalan. Kita mengikuti regulasi yang sudah ada sebagai auditor itu," kata Taufik, Senin (13/6/2011) di Jakarta.

Menurutnya, ada dua hal yang menjadi masalah. Pertama, manajemen BOS yang harus menginduk ke sekolah induknya. Kedua, setiap sekolah menerima BOS dengan waktu yang berbeda.

"Ada yang tahun 2007 sudah dapat, ada juga yang tahun 2008 baru mendapatkan. Jadi, waktu mendapatkan BOS-nya tidak sama. Sekolah yang tahun 2007 belum terjadwal menerima dana BOS karena belum mendaftar atau belum diproses. Hal itu terjadi karena dana tersebut sifatnya harus diusulkan oleh sekolah," ujarnya.

Taufik melanjutkan, pihaknya pernah menyampaikan bahwa beberapa sekolah tersebut belum tercatat sebagai penerima BOS dan BOP tahun 2007. "Tidak mungkin sekolah, yang berhak menerima, tidak diberikan. Kalaupun ingin diberikan sanksi, harus ditentukan dulu siapa kepala sekolah yang menjabat saat itu. Harus diketahui kronologinya, apa peristiwanya, siapa yang berbuat, dan pada masa siapa itu terjadi," katanya.

Untuk itu, selain berharap kasus ini dapat segera selesai, Taufik juga mengaku telah mengajak semua pihak terkait untuk menjalani proses penyelidikan. "Pada saat dipanggil ke Polda, saya selalu ikut. Saya berharap ini bisa selesai. Undang-undang (UU) tetap kita kedepankan dan interpretasi terhadap UU juga harus kita perhatikan," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau