Pembunuhan

Yuyun Tidak Diperkosa, Celana Dalam Utuh

Kompas.com - 13/06/2011, 20:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kematian Yuyun Wahyuni (23), mahasiswi UPN Veteran tingkat akhir, masih misterius. Polisi masih menelusuri motif di balik pembunuhan sadis ini. Dugaan menunjukkan, Yuyun dihabisi bukan karena aksi perampokan ataupun pemerkosaan.

Hal ini disampaikan Kapolsek Pamulang AKP Zulkifli, Senin (13/6/2011), saat dihubungi wartawan. "Bukan perampokan. Motifnya masih kami dalami," ujar Kapolsek.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa dugaan itu muncul lantaran tidak ada barang berharga yang hilang dari dalam rumah yang beralamat di Jalan Lele Raya RT 03/RW 05 Nomor 10 Kelurahan Bambu Apus, Tangerang Selatan, itu. "Tidak ada yang diambil atau hilang. Hanya ada satu ponsel punya korban yang hilang," tutur Zulkifli.

Selain itu, pelaku tidak melakukan perusakan di dalam rumah korban. Hal ini menguatkan dugaan bahwa korban kemungkinan mengenal pelaku lantaran tidak ada bekas masuk paksa.

Dugaan perkosaan juga dibantah Kapolsek. "Baju dan celana masih dalam kondisi utuh," tandasnya.

Sebelumnya, Yuyun ditemukan tewas dalam kondisi kepala bocor di dalam kamarnya sekitar pukul 12.00. Yuyun ditemukan oleh temannya, AG. Hingga kini, polisi masih memburu pembunuh mahasiswi UPN Veteran jurusan Teknik Informatika tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau