Catatan balap sepeda

Pentingnya Kerja Sama dalam Balap Sepeda

Kompas.com - 14/06/2011, 02:48 WIB

Puspita Mustika

Team work atau kerja sama tim dalam perlombaan sepeda balap adalah penting seperti yang berlangsung di Tour de Singkarak 2011 di Sumatera Barat. Juga bagaimana komposisi yang ideal secara teknis agar tim dapat menjuarai secara individu atau secara tim?

Awalnya, kita harus mengetahui karakteristik atau profil rute lomba, seperti rute datar, rute untuk kriterium atau time trial, atau rute tanjakan di pegunungan.

Contoh seperti Tour de Singkarak yang terdiri atas tujuh etape, hampir 70 persen tanjakan dan 30 persen jalan datar. Berarti kita harus mengisi tim yang terdiri atas lima orang ini dengan pebalap yang bertipe tanjakan 2-3 orang, sedangkan dua orang bisa menjadi tracker atau penarik kecepatan dan satu sprinter. Setiap pebalap memiliki karakter kekuatan yang berbeda secara spesifik, baik kekuatan tanjakan, kekuatan sprint, maupun kekuatan tracker.

Komposisi pebalap dalam tim seperti ini sangat ideal untuk menghadapi medan tanjakan, dan itu akan menentukan hasil keseluruhan.

Adapun tugas pebalap tanjakan adalah, bila rute tanjakan di pegunungan, dia harus tetap di depan dan dibantu tracker yang akan membantu bila ada pembalap dari tim lain mencoba break away dari grup.

Membantu artinya membuat kecepatan dengan pace tinggi di posisi depan grup agar mendekati pebalap yang break away kembali dalam grup. Atau, bila rekan setimnya break away, tracker harus mendampingi temannya agar tetap menjauh dari grup besar dan terus menjauhkan lawannya.

Begitu juga untuk rute datar atau kriterium, tugas tracker menjaga jangan sampai ada pebalap yang break away dan juga melakukan kecepatan tinggi menjelang garis akhir hingga lebih kurang 1-2 km. Karena, sprinter yang bertugas menyelesaikan menyodok posisi depan masuk finis duluan dan menjadi juara. Jadi, sprinter melakukan power burst-nya dalam jarak pendek menuju garis akhir.

Untuk mencapai kemenangan, banyak strategi yang harus diterapkan pebalap sesuai dengan kondisi dan situasi lomba. Taktik dan strategi lomba hanya didapatkan bila seorang pebalap sering ikut lomba. Taktik dan strategi tidak efektif bila hanya diberikan secara teori dan teknis dalam latihan.

Satu tim harus kompak, all for one. Kerja sama tim sesuai dengan kemampuan tiap-tiap pebalap akan menentukan juara baik individu maupun tim, dan kemenangan itu tidak identik dengan kemenangan individu.

Apalagi, dalam lomba balapan tour dengan 3-15 etape, kerja sama tim sangat diperlukan, di samping menerapkan strategi yang dinamis dan berubah sesuai dengan profil rute dan lawan. Strategi dan taktik yang pas akan membuat tim tahu kapan harus menyerang dan kapan harus bertahan untuk menjauhkan jarak dengan lawan.

Kerja sama tim juga bisa dilakukan dengan pebalap lain yang bergabung dengan tim lain. Itu dapat dilakukan bila terjadi break away lebih dari dua pebalap, kerja sama antartim dilakukan agar laju kecepatan lebih tinggi dari grup besar yang ditinggalkan.

Hal ini terjadi di etape IV Bukittinggi-Harau 62 km yang memiliki kecepatan tinggi, lima pebalap terdepan meninggalkan jauh grup besar, lebih dari 100 pebalap. Mereka bekerja sama mendapat kecepatan maksimal secara merata, sedangkan grup belakang hanya sesekali berkecepatan tinggi karena akan terus dikejar dan ditahan kecepatannya oleh anggota tim lain.

Cara berlatih kerja sama, selain latihan fisik juga latihan mental agar saling mengetahui kelebihan dan kekurangan rekan setimnya. Namun, yang lebih penting adalah sering bertemu dan berbicara soal taktik dan strategi tim untuk lomba bersama. We are all for one > kerja sama tim untuk juara. (Puspita Mustika, Mantan Pebalap Nasional)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau