Kebakaran di Jalan Dr Satrio, 20 Kamar Kos Ludes

Kompas.com - 14/06/2011, 13:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi si jago merah yang terjadi di sekitar Jalan Prof Dr Satrio sejak pukul 09.45 dalam sekejap menghanguskan sekitar 20 kamar kos yang terletak di Gang Buntu 2, Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.40 WIB.

Sinta (34) mengaku tak menyadari asal muasal api yang membakar usahanya tersebut. Dia mengatakan, saat sadar api sudah mulai melalap rumah kos yang berada tepat di halaman belakang rumahnya.

"Saya dengar bunyi gemeratak suara seperti listrik atau api begitu, saat saya lihat keluar sekitar jam sepuluh kurang api sudah menyala," ungkap Sinta, Selasa (14/6/2011), saat dijumpai di lokasi.

Sinta tak henti-hentinya menangis ketika menceritakan kronologi kebakaran. Saat itu, diakuinya, tidak ada orang di rumah maupun di kos-kosannya. Hampir sebagian besar penghuni rumah dan kos sedang beraktivitas di luar. Dia pun panik dan meminta pertolongan ke tetangga sekitar. Tak lama, sekitar 23 mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

"Habis semuanya, habis. Kejadiannya cepat sekali sekitar 15-20 menit itu langsung habis semuanya," kata Sinta yang tampak shock.

Sementara itu, penghuni kos lain, Jarwo, mengatakan, api mulanya muncul dari lantai 2 kamar kos-kosan. Ketika peristiwa terjadi, Jarwo tengah menonton TV namun tiba-tiba ia mencium bau terbakar.

"Pas saya lihat ke samping, api itu muncul dari kamar samping saya di lantai dua. Cuma enggak tahu apakah itu asal api atau tidak, yang jelas api dari sana mulai merambat di lantai dua," ungkap Jarwo.

Ia pun langsung lari menyelamatkan diri menggunakan tangga yang teronggok di lantai itu. Saat hendak menyelamatkan diri itulah, Jarwo terperosok akibat tangganya rapuh. Tak lama, api sudah mulai merambat ke kamarnya hingga ke lantai di bawahnya. Api mulai bisa dipadamkan sekitar pukul 10.40 WIB. Sebanyak 23 damkar turun ke lokasi untuk memadamkan api tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau