Hasil Survei LSI Semangati Golkar

Kompas.com - 14/06/2011, 20:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lingkaran Survei Indonesia menilai Partai Golkar yang paling diuntungkan dalam penurunan dukungan pada Partai Demokrat akibat masalah Nazaruddin. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan bahwa partainya tidak cepat berpuas hati dengan hasil survei itu, meski ia mengakui bahwa hasil survei memberikan semangat tambahan bagi partainya.

"Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kemarin dari lembaga yang kredibel dan kami terus terang berbesar hati terhadap itu semua. Namun, Golkar tidak cepat berpuas diri karena itu adalah perspektif opini dan persepsi masyarakat ketika survei itu dilakukan. Namun, itu semua menambah semangat kami untuk mengadakan konsolidasi," ujar Priyo di Jakarta Pusat, Selasa (14/6/2011).

Namun, Priyo menampik bahwa hasil survei yang menguntungkan partai pohon beringin itu berhubungan dengan adanya masalah Nazaruddin, politisi Demokrat, yang diduga terlibat kasus Sesmenpora dan kasus di Kementerian Pendidikan Nasional. Ia mengatakan, pihaknya tidak ingin berkomentar jika nama partainya naik karena ada masalah mantan bendahara umum Demokrat itu.

"Saya kok tidak yakin kalau hasil survei itu karena faktor yang disebut dengan Pak Nazaruddin. Kalau itu dikedepankan, terus terang kami tidak enak hati dan tidak mau berkomentar banyak bahwa hasil yang menempatkan Golkar lebih tinggi dari Demokrat. Ini lebih (unggul) karena konsentrasi kami di akar rumput program-program kerakyatan yang kami yakini," tukasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pendiri LSI, Denny JA, menyatakan bahwa kuatnya kepercayaan publik bahwa Nazaruddin memang terlibat dalam kasus ini membuat mereka memiliki pertimbangan untuk tidak memberikan suara lagi kepada Demokrat pada masa mendatang. Survei LSI pada tanggal 1-7 Juni 2011 kepada 1.200 responden menunjukkan bahwa 42,4 persen publik akan berpikir ulang untuk memilih Demokrat lagi karena kasus Nazaruddin.

Sementara itu, LSI juga menunjukkan perbandingan suara pemilih antara survei pada Januari 2011 dan survei terbaru bulan ini. Pada survei lalu, menurut Denny, 20,5 persen pemilih masih memberikan suaranya untuk Demokrat. Namun, dalam survei kali ini, suara pemilih turun ke angka 15,5 persen. Ada penurunan suara sekitar 5 persen dalam waktu sekitar lima bulan.

Lari ke manakah suara pemilih itu? Ternyata ada penambahan suara yang signifikan untuk Partai Golkar dalam perbandingan survei pada Januari dan bulan ini. Menurut Denny, 40 persen suara "hilang" itu lari ke Golkar, 9 persen ke PDI-P, 12 persen ke partai lain, dan 39 persen mengambang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau