The Changcuters: Main Film Ayo, apalagi Musik

Kompas.com - 14/06/2011, 20:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kembali tampil dalam film layar lebar membuat grup band The Changcuters makin ketagihan. Belakangan, mereka pun menyadari bahwa film ternyata bisa bersinergi dengan kegiatan bermusik yang mereka lakoni. 

"Film dan musik pasti berbeda, ya. Musik dengan lirik. Satunya, film dengan skrip. Namun, sesuatu yang sangat berbeda itu bisa dijadikan sesuatu kekuatan oleh kami," ujar Mohammad Tria Ramadhani alias Tria, vokalis The Changcuters, saat ditemui di Hot Rod Cafe, Antasari, Jakarta, Senin (13/6/2011).

Bermain dalam sebuah produksi film diakui Tria bisa memberi manfaat terhadap eksistensinya di panggung musik. Misalnya, film yang dibintanginya bisa dijadikan sarana promosi album terbaru mereka. Tak cuma itu, ilmu dan wawasan yang diperoleh dari film bisa membantu mereka kala membuat sarana promo berupa videoklip. 

"Jadi, susah sih kalau disuruh untuk milih bermusik atau main film. Ini sudah menjadi satu sinergi yang kuat banget, ya. Musik tentu masih prioritas. Proyek di luar main band itu pasti ada tujuannya," tambah Tria.

Band yang juga digawangi Muhammad Iqbal (Qibil, gitar sekaligus vokal latar), Arlanda Gazali Langitan (Alda, gitar), Dipa Nandastyra Hasibuan (Dipa, bas), dan Erick Nindyoastomo (Erick, drum) baru saja menyelesaikan proses produksi film Tarix Jabrix 3.

Di tiga film besutan sutradara Iqbal Raiz itu, para personel The Changcuters tampil sebagai pemeran utama. "Pada tahun ini, kami dapatkan formulasi baru. Kita namakan itu sebagai 5K, yaitu kekompakan, kekeluargaan, keramah-tamahan, keceriaan, dan konsentrasi, he-he-he. Yang kami kerjakan itu ya harus sesuai sama 5K tersebut," Tria menjelaskan.

Hal itu termasuk menjalani rangkaian aktivitas yang terlihat berat itu menjadi seringan dan seikhlas mungkin. "Segala proyek yang kami kerjakan juga bukan karena keterpaksaan. Itu sudah dipikirkan oleh kami semua," lanjut Tria.

Diakui pula oleh The Changcuters, band kelahiran tahun 2005 ini telah lama mempersiapkan garapan film yang telah sukses dengan pendahulunya, Tarix Jabrix (2008) dan Tarix Jabrix 2 (2009). "Proyek ini bukan dadakan. Kalau ada proyek, biasanya kami sudah ada programnya dari setahun sebelum atau beberapa waktu sebelumnya," tuntasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau