Sengketa

Jaminan China di Laut China Selatan

Kompas.com - 14/06/2011, 20:52 WIB

KOMPAS.com — China menjamin tak akan menggunakan kekuatan untuk menuntaskan problem kewilayahan di Laut China Selatan. Kawasan tersebut, sebagaimana warta AP dan AFP pada Selasa (14/6/2011), diklaim oleh negara-negara kawasan seperti halnya Vietnam. Sementara itu, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Taiwan juga mengaku berhak atas kawasan yang sama.

Laut China Selatan tercatat sebagai rute pelayaran penting. Diduga, kawasan itu memiliki simpanan minyak dan gas.

Senin kemarin, Vietnam menggelar latihan militer menggunakan peluru tajam setelah ketegangan dengan China memuncak dalam beberapa pekan.

Aparat Vietnam juga telah mengeluarkan surat keputusan mengenai warga yang akan mendapat dispensasi dari panggilan wajib militer. "Kami tidak akan menggunakan kekuatan atau ancaman kekuatan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei.

Hong juga mengutuk segala tindakan yang memperuncing sengketa. "Semua yang terlibat berbuat lebih banyak dan bermanfaat bagi perdamaian kawasan dan stabilitas," katanya.

Menurut Lei, China menyatakan untuk lebih memilih berunding dengan tiap-tiap negara tersebut secara terpisah.

Wajib militer

Dalam pesan yang tampaknya ditujukan kepada China bahwa Vietnam siap mempertahankan posisi, Pemerintah Vietnam mengeluarkan keputusan yang menetapkan bahwa warga akan mendapat dispensasi dari wajib militer pada masa perang. Keputusan tersebut untuk mengumumkan daftar delapan contoh warga negara Vietnam yang tidak akan diwajibkan mengikuti wajib militer.

Mereka termasuk orang yang mengisi jabatan senior di lembaga negara dan mereka yang bertugas mengawaki badan layanan yang sangat diperlukan, seperti operator mercusuar.

Perkembangan ini berlangsung satu hari setelah Angkatan Laut Vietnam mengadakan latihan militer yang disebut rutin, tetapi ditafsirkan oleh setidaknya salah satu koran China sebagai unjuk kekuatan yang disengaja.

Vietnam terlibat dalam sengketa yang kembali menyeruak dengan China atas kedaulatan dua gugusan pulau di Laut China Selatan, yakni Spratly dan Paracel. Ketegangan meningkat menyusul dua konfrontasi terpisah yang melibatkan kapal Vietnam dan China, baru-baru ini.

 
 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau