Alya Rohali Tak Dapat Restu Suami

Kompas.com - 15/06/2011, 07:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com --  Bisa kembali terlibat dalam sebuah proyek sinetron sepertinya agak berat bagi presenter Alya Rohali. Alasannya? Sang suami, Faiz Ramzy Rachbini, tak memberinya restu. 

Namun, None Jakarta Barat tahun 1994 itu tak mau mempermasalahkannya, toh ia masih diizinkan berkegiatan asal sebatas ngemsi. "Tawaran sinetron sih ada kemarin, cuma suami nggak berkenan. Sekarang baru nge-MC dulu karena memang ngangenin dan minat di situ. Lagian yang baru diizinin suami ya cuma itu. Jadinya saya mulai nge-MC lagi deh," tutur Alya ketika ditemui di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/6/2011).

Diakui Alya, untuk saat ini kegiatan ngemsi lah yang memang paling realistis. Sebabnya, ia harus disibukkan dengan kegiatan rutin mengurus ketiga anaknya, Namira Adjani Ramadina, Diarra Anissa Radini, dan Savannah Nadja Rachbini. Belum lagi, merampungkan tesisnya.  "Saya baru melahirkan. Saya juga sibuk nge-MC, lagi tesis dan nyiapin awal sidang (tesis)," sambung perempuan kelahiran Jakarta, 1 Desember 1976 itu.

Jadinya, Alya memilih menolak semua tawaran akting yang datang kepadanya.  "Hmm.. Lagian gue juga nggak terlalu kangen sama sinetron. Mengingat jadwal sekarang yang padat. Sekarang, lebih kangen sama anak-anak sih," ungkap mantan Puteri Indonesia 1996. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau