Makanan yang Pengaruhi "Mood" Perempuan

Kompas.com - 15/06/2011, 08:36 WIB

KOMPAS.com — Perempuan cenderung lebih moody dibandingkan laki-laki. Perbedaan ini bukan didasarkan pada stereotip perempuan dan laki-laki, melainkan lebih karena faktor hormonal.

Meski cenderung moody bukan berarti perempuan pasrah menerima apa adanya. Banyak cara mengatasi suasana hati atau mengurangi stres dan depresi pada diri perempuan.

Sarapan dengan sereal

Sereal sebagai menu sarapan bisa membantu perempuan mengurangi level stres. Sarapan dengan sereal juga bisa meningkatkan kesehatan mental. Studi yang diadakan Cardiff University menunjukkan mengonsumsi sereal saat sarapan berdampak pada pengurangan level kortisol pada air liur. Kadar kortisol di air liur menjadi ukuran stres pada tubuh. Karbohidrat pada sereal juga meningkatkan level hormon serotonin yang menenangkan pikiran. Sereal juga kaya vitamin B yang dibutuhkan sel untuk melepaskan energi. Vitamin B membantu tubuh mengatasi stres.

"Perubahan gaya hidup juga memengaruhi. Stres, diet tak sehat, kurang berolahraga, dan kurang terkena sinar matahari bisa menurunkan level serotonin," kata dr Andrei Novac, psikiater klinis di University of California Irvine School of Medicine.

Protein
Kandungan protein pada kalkun atau keju kaya akan triptofan dan asam amino. Dua zat tersebut dibutuhkan tubuh untuk memproduksi serotonin. Namun, jangan mengonsumsi protein berlebihan dan jangan juga mengurangi kalori. Pola makan sehat dan seimbang tetap perlu diperhatikan dengan komposisi protein dan kalori yang tepat sesuai kebutuhan harian.

Para peneliti dari Oxford University menemukan bahwa mengurangi kalori selama tiga minggu bisa menurunkan level triptofan, terutama pada perempuan. Sementara itu, diet protein juga menimbulkan masalah. Jika melakukan diet protein, seperti Diet Dukan, maka sebaiknya asup hidangan mengandung karbohidrat tinggi satu atau dua kali seminggu untuk menjaga mood.

Agar level triptofan dalam tubuh meningkat, cara terbaiknya adalah mengonsumsi karbohidrat, yang menstimulasi pelepasan insulins sehingga melawan asam amino dalam darah dan memudahkan triptofan masuk ke otak.

Selain sereal dan protein, kentang panggang juga bisa membantu memperbaiki mood pada perempuan. Dalam bukunya Potatoes Not Prozac, ahli nutrisi Kathleen Des Maisons merekomendasikan untuk mengonsumsi kentang panggang tawar (tanpa tambahan bumbu) sebelum tidur untuk meningkatkan level serotonin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau