Gangguan hewan liar

Kera Liar Serang Anak-anak

Kompas.com - 15/06/2011, 10:20 WIB

PASURUAN, KOMPAS.com — Muhammad Rizqi (5), seorang anal balita asal Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, menjadi korban serangan kera liar. Akibat kejadian, kaki kanan Rizqi sobek cukup lebar hingga mendapatkan 13 jahitan, Selasa (14/6/2011).

Menurut pengakuan orangtuanya, Khoiron (32), kejadian itu berawal saat Rizqi sedang tidur-tiduran di teras rumah tetangganya. Tiba-tiba seekor kera liar mendatangi dan langsung menerkam kaki kanan Rizqi hingga sobek digigit. "Mendengar jeritan Rizqi, ibunya sempat akan memukul, tapi keranya langsung meloncat ke pepohonan" terang Khoiron.

Melihat kaki anaknnya berdarah, Rusmini (31), ibu Rizqi, bergegas membawanya ke Puskesmas Rembang untuk mendapatkan perawatan medis. "Entah apa yang terjadi jika kera liar itu terus dibiarkan menyerang anak saya," kata Rusmini.

Keberadaan kera-kera liar di Oro-Oro Ombo ternyata bukan pertama kalinya. Tiga orang lain sebelumnya juga menjadi korban gigitan kera liar.

Untuk mengurangi serangan kera, penduduk telah berusaha mengusir dan menangkap hewan-hewan itu. Namun mereka kesulitan karena kera-kera itu sering berpindah-pindah tempat. Bahkan sejumlah penduduk sudah melakukan perburuan massal dengan menggunakan senapan angin, tapi belum berhasil membunuh kera liar itu.

Tak hanya itu, Kepala Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Hariono (40), juga menggelar sayembara berhadiah Rp 500 ribu jika ada penduduknya yang berhasil menangkap kera penyerang hidup-hidup. "Ya mungkin lewat cara itu, biar warga antusias untuk memburu kera liar yang kerap mengancam anak-anak di sini," ungkapnya.

Dari catatan desa setempat dua bulan terakhir, selain Rizqi, ada tiga orang yang sudah menjadi korban gigitan kera liar itu. Mereka adalah Nisa (10) yang mengalami luka gigitan di bagian pahanya, Jumali (37), pedagang sayur keliling, dan Ahmad Efendi (17) luka sobek di bagian kepalanya dengan 20 jahitan. "Ya, semoga saja tak ada korban lagi setelah kejadin ini" harap Hariono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau