Orang Indonesia Minimal Punya Dua Kartu Kredit

Kompas.com - 15/06/2011, 13:58 WIB

JIMBARAN, KOMPAS.com — Asosiasi Penerbit Kartu Kredit Indonesia menyebutkan, volume transaksi kartu kredit di seluruh Indonesi selama Januari-Mei 2011 rata-rata Rp 16 triliun setiap bulan.

"Volume transaksi itu mengalami peningkatan terus setiap tahun," kata Ketua Asosiasi Penerbit Kartu Kredit Indonesia Dodit W Probojakti seusai penandatanganan kerja sama BNI dengan Unud di Jimbaran, Bali, Rabu (15/6/2011).

Dia mengatakan, jumlah pemegang kartu kredit di Indonesia mencapai tujuh juta orang. "Sedangkan jumlah kartu kredit yang beredar sekitar 14 juta unit dari berbagai bank, baik swasta maupun pemerintah," ujarnya.      

Dodit menjelaskan, jumlah kartu kredit itu dua kali lipat dari pemakainya karena rata-rata setiap orang Indonesia minimal memiliki dua kartu.

Jumlah pertumbuhan nilai transaksi setiap tahun, menurut dia,  15 sampai 20 persen dalam empat tahun terakhir. "Pada 2010 terjadi pertumbuhan volume transaksi sebesar 18 persen dibandingkan pada tahun 2009," katanya.      

Dia berharap pertumbuhan transaksi penggunaan kartu kredit sampai akhir tahun ini mencapai 20-25 persen.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau