JAKARTA, KOMPAS.com - Yuyun Wahyuni (23) diduga dihabisi oleh AS (20)lantaran mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta itu memergoki aksi AS.
Kepala Polisi Sektor Komisaris Besar Gatot Edy Pramono, Rabu (15/6/2011), menjelaskan, karyawan air isi ulang yang tinggal di seberang rumah Yuyun Wahyuni itu diduga membunuh lantaran tepergok mencuri laptop dan telepon genggam, karena korban dan pelaku saling kenal.
"AS masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel pintu dengan menggunakan obeng. Karena korban terbangun, korban langsung dibekap dengan bantal. Lalu, tangan dan kaki Yuyun diikat oleh tali plastik yang sudah dipersiapkan pelaku sebelumnya," ujar Gatot saat ditemui wartawan di kantor Polisi Sektor Metro Pamulang pada Rabu pukul 01.00 WIB.
Gatot mengatakan, pelaku memukul korban dengan cobek karena merasa belum yakin kalau korban sudah meninggal. "Untuk meyakinkan dirinya kalau korban sudah meninggal, pelaku mengambil cobek yang ada di belakang rumah dan memukulkan cobek batu itu ke arah kepala bagian belakang sebanyak dua kali hingga korban meninggal," ujarnya.
Menjawab pertanyaan wartawan tentang jeratan pasal pembunuhan berencana karena korban sebelumnya sudah membawa tali, Gatot mengatakan akan menyelidiki lebih lanjut.
"Kami masih mendalami apa maksud pelaku membawa tali, kami akan menyelidiki lebih lanjut apakah ada indikasi melakukan pembunuhan berencana," ujarnya.
Dalam kasus itu, polisi menyita beberapa barang bukti berupa satu buah cobek terbuat dari batu, satu bilah pisau dapur, satu obeng, satu buah pahat kecil, tali rapia dan satu bantal anak berwarna kuning gambar Sponge Bob.
Akibat tindakannya, AS dijerat dengan Pasal 365 jungto 338 KUHP dan kurungan 15 tahun penjara.
Seperti diberitakan sebelumnya, Yuyun Wahyuni ditemukan tewas terbunuh di dalam kamarnya di Jalan Lele Raya 10, RT 03 RW 05, Kelurahan Bambu Apus, Tangerang Selatan. Mahasiswi tahap akhir UPN Veteran ini ditemukan dengan kondisi kepala bocor dan darah berceceran di dalam kamarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang