Khadafy Peroleh Karcis, Panitia Dikecam

Kompas.com - 15/06/2011, 16:40 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Keluarga pemimpin Libya, Kolonel Moammar Khadafy, disebut-sebut telah memperoleh hampir 1.000 tiket Olimpiade London 2012 yang membuat Pemerintah Inggris ketar-ketir.

Pemberian tiket tersebut dikabarkan dikoordinasikan oleh komite olimpiade negara tersebut yang ketuanya adalah Muhammad Khadafy, salah satu putra Moammar Khadafy.

Pemberian tiket kepada anggota rezim Khadafy ini berpeluang mempermalukan Pemerintah Inggris karena sampai saat ini banyak masayarakat Inggris yang kehabisan karcis meski berminat menonton langsung pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Panitia pelaksana Olimpiade London 2012 memang tidak memiliki hak untuk melarang pendistribusian tiket kepada negara anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC). Apalagi IOC juga gagal mengecam campur tangan pemerintah rezim Khadafy dalam komite olimpiade negeri itu.

Meksi begitu, mereka masih bisa bernapas lega karena  Moammar Khadafy sendiri tidak akan mungkin datang ke London. Pemimpin Libya ini  masih terkena larangan bepergian ke luar negeri oleh komunitas internasional.

Selain Libya, dua negara yang selama ini dianggap bermasalah dalam hal HAM, Myanmar dan Zimbabwe, juga memperoleh jatah tiket Olimpiade London.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau