LONDON, KOMPAS.com — Keluarga pemimpin Libya, Kolonel Moammar Khadafy, disebut-sebut telah memperoleh hampir 1.000 tiket Olimpiade London 2012 yang membuat Pemerintah Inggris ketar-ketir.
Pemberian tiket tersebut dikabarkan dikoordinasikan oleh komite olimpiade negara tersebut yang ketuanya adalah Muhammad Khadafy, salah satu putra Moammar Khadafy.
Pemberian tiket kepada anggota rezim Khadafy ini berpeluang mempermalukan Pemerintah Inggris karena sampai saat ini banyak masayarakat Inggris yang kehabisan karcis meski berminat menonton langsung pesta olahraga empat tahunan tersebut.
Panitia pelaksana Olimpiade London 2012 memang tidak memiliki hak untuk melarang pendistribusian tiket kepada negara anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC). Apalagi IOC juga gagal mengecam campur tangan pemerintah rezim Khadafy dalam komite olimpiade negeri itu.
Meksi begitu, mereka masih bisa bernapas lega karena Moammar Khadafy sendiri tidak akan mungkin datang ke London. Pemimpin Libya ini masih terkena larangan bepergian ke luar negeri oleh komunitas internasional.
Selain Libya, dua negara yang selama ini dianggap bermasalah dalam hal HAM, Myanmar dan Zimbabwe, juga memperoleh jatah tiket Olimpiade London.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang