Kriminalitas

Korban Tewas Kacab PT AG Sukses Mandiri

Kompas.com - 15/06/2011, 17:38 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Nova Nur Yudihandayani (24), Kepala Cabang PT AG Sukses Mandiri, tewas mengenaskan bersimbah darah, Rabu (15/6/2011). Nova tewas dengan lima tusukan di bagian tubuhnya di depan kantornya, di Jalan Proklamasi, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Berdasarkan laporan kontributor Kompas.com, jasad korban diketahui pertama kali oleh warga yang melintas di Jalan Proklamasi, setelah teman korban yang juga karyawannya bernama Lusy (15) meminta tolong kepada warga. Kemudian oleh warga Lusy dilarikan ke Rumah Sakit Sentra Medika, Jalan Raya Bogor karena mengalami luka di tangannya.

"Sebelum terjadinya pembunuhan ini, sempat terdengar suara orang yang sedang cekcok di kantor tersebut, kemudian ada orang yang berlari panik ke luar jalan," ujar Ade, warga Jalan Kresna, tak jauh dari lokasi kejadian.

Setelah diketahui ada orang terbunuh, warga sekitar langsung mengerumuni lokasi pembunuhan wanita lajang asal Malang, Jawa Timur ini. Polisi yang berada di lokasi kejadian tidak menemukan adanya unsur perampokan dalam peristiwa ini. Hal ini terbukti dari beberapa telepon genggam milik korban dan peralatan kantor tidak ada satu pun yang hilang.

Tak lama setelah kejadian jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi. Hingga kini Polsek Sukmajaya, Depok masih mendalami kasus kematian kepala cabang perusahaan supplier peralatan kompor gas ini. Kuat dugaan motif pembunuhan ini didasari masalah internal perusahaan.

Sementara Lusy, salah seorang karyawan yang terluka, masih dirawat intensif dan terlihat masih shock di RS Sentra Medika. (KO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau