Jalur hijau

Proyek Jalan Layang Antasari-Blok M

Kompas.com - 15/06/2011, 19:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan Jalan Layang Non Tol Antasari-Blok M, Jakarta Selatan, menyebabkan ratusan pohon di sepanjang ruas itu ditebang. Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta berencana menanam 7.000 pohon pengganti, untuk mengganti ratusan pohon itu. Namun hingga saat ini baru 3.000 pohon yang ditanam.

"Pohon yang kami tebang sekitar 700 pohon, dan penggantinya 7.000 pohon. Tidak mungkin kami tanam di lokasi yang sama semuanya," kata Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Novizal, di Jakarta, Rabu (15/6/2011).

Pohon-pohon pengganti ditanam di lokasi-lokasi ruang terbuka hijau (RTH) di Ibu Kota. Pohon yang hendak ditanam sekitar 18 jenis, di antaranya tanjung dan mahoni. Pohon yang ditanam itu pun harus tumbuh, dan jika mati wajib diganti.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengungkapkan, masalah penggantian pohon memiliki rasio tertentu yaitu satu pohon diganti 10 pohon. Pohon-pohon itu pun harus yang baik kualitasnya dan yang sudah besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau