Nasib petani tebu

Petani Tebu Terancam Terjerat Utang

Kompas.com - 15/06/2011, 21:54 WIB

MADIUN, KOMPAS.com — Investasi para petani tebu di wilayah Jawa Timur saat ini mengalami minus hingga Rp 10 juta per hektar. Hal ini terjadi karena ketatnya persaingan antara harga gula petani dan gula rafinasi yang merembes ke pasar gula konsumsi. Tanpa solusi dari pemerintah, petani terancam gulung tikar.

Kerugian petani diprediksi semakin bertambah apabila harga gula terus terjungkal. Kerja keras dan investasi selama 14 bulan sia-sia, bahkan mereka terancam terjerat utang untuk biaya musim tanam mendatang.

Sekretaris Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Cabang Pabrik Gula Pagotan Sudiro petani mengalami pukulan telak dengan turunnya produksi tebu hingga 30 persen dari 1.000 kuintal per hektar menjadi 700 kuintal per hektar sebagai dampak anomali cuaca ekstrem pada musim tanam 2010-2011 yang mengakibatkan penurunan rendemen tebu.

Kondisi ini diperparah dengan jatuhnya harga gula petani di pasar lelang akibat tidak terkendalinya kebocoran gula rafinasi ke pasar gula konsumsi. Sebagai gambaran, pada lelang tanggal 13 Juni 2011, gula milik petani di PG Pagotan hanya dihargai Rp 7.760 per kg, jauh di bawah harga pada tahun lalu, Rp 9.500 per kg.

Apabila pada kondisi normal pendapatan kotor per hektar tebu berkisar Rp 34 juta, saat ini pendapatan yang diterima petani tinggal Rp 24 juta. Dengan hasil ini, petani kesulitan untuk menutup biaya produksi, seperti sewa lahan, penanaman dan pemeliharaan, biaya tebang angkut, serta bunga pinjaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau