Sam bimbo

Runtuhnya Kejujuran

Kompas.com - 16/06/2011, 02:35 WIB

Samsudin Hardjakusumah atau Sam Bimbo (69) merasa sangat prihatin dengan apa yang ia sebut sebagai runtuhnya kejujuran dan rasa malu di negeri ini. Ketidakjujuran itu antara lain terlihat pada pembajakan album fisik dan pengunduhan ilegal musik digital yang semakin merajalela.

”Album kasidah Bimbo dibajak dan di sampulnya ada tulisan ’Dilarang Membajak...’ Ada MP3 berisi seratus lebih lagu Bimbo dijual di mana-mana,” kata Sam.

Mengutip data yang dilansir gerakan Heal Our Music, Selasa (14/6), Sam menyebut, dalam satu detik 92 lagu Indonesia diunduh secara ilegal.

Dalam satu bulan jumlah yang terunduh menjadi sekitar 237 juta lagu. Sementara yang diunduh secara legal dalam setahun hanya 15 juta lagu. Akibatnya, kerugian yang diderita industri musik sekitar Rp 12 triliun setahun.

Sam semakin prihatin karena perilaku tidak jujur itu meluas di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

”Kalau kita tidak punya lagi kejujuran dan rasa malu, mau dibawa ke mana bangsa ini?” katanya.

Terusik oleh situasi tersebut, Sam bersama Acil dan Jaka dalam Bimbo telah menyiapkan sebuah lagu yang bertema runtuhnya kejujuran dan hilangnya rasa malu dari bangsa ini.

”Lirik lagu bertema cinta sudah tidak gereget lagi. Kami sudah kakek-kakek, he-he-he...,” kata Sam. (SF/XAR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau