BANDUNG, KOMPAS -
Hal itu diutarakan Erwin seusai acara ”Silaturahim Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia” di Bandung, Rabu (15/6). ”Untuk pembinaan, untuk liga amatir, dan untuk kompetisi yunior harus tetap melibatkan APBD atau APBN karena itu adalah tanggung jawab pemerintah untuk membangun infrastruktur sepak bola,” kata Erwin.
Namun, ujar Erwin, untuk liga profesional, pendanaan harus independen dan tidak menyusu pada APBD. Dengan pengelolaan seperti itu, manajemen klub harus membuktikan profesionalitasnya dalam mengelola program di klub.
Pada kesempatan itu, Erwin meminta semua pihak menunggu Komite Normalisasi (KN) bisa bersepakat dengan Kelompok 78 sebelum kongres PSSI digelar. ”Saya berharap semua pihak duduk bersama dalam pertemuan intensif agar menghasilkan jalan keluar tanpa meninggalkan satu pihak pun,” katanya.
Kongres yang dijadwalkan 9 Juli 2011 di Solo itu diharapkan bisa menyatukan semua pemangku kepentingan sepak bola Indonesia demi kemajuan sepak bola dan kongres berjalan dengan lancar. ”Setiap pemilik suara pasti memilih calon yang dianggap terbaik,” kata Erwin.
Sementara itu, empat klub asing dan tiga klub nasional memastikan diri ikut serta dalam turnamen sepak bola internasional Piala Gubernur Aceh II yang akan digelar pada 23 Juni-3 Juli 2011. Satu klub lagi, yakni Persiraja Banda Aceh, saat ini masih ditunggu kepastian kesertaannya di ajang ini.
Ketua panitia Piala Gubernur Aceh II, Muhammad Sakdan Abidin, Selasa lalu, mengatakan, empat klub asing itu adalah Burriram FC (Thailand), Kedah FC (Malaysia), Thai Port FC (Thailand), dan Perak FC (Malaysia). Mereka akan bersaing dengan tiga klub dalam negeri, yakni Pelita Jaya Purwakarta, Persiba Bantul Yogyakarta, dan Semen Padang.
”Sebenarnya ada satu tim lagi yang kami undang, yakni Persiraja. Namun, sampai sekarang belum ada kepastian dari Persiraja mengenai keikutsertaannya,” kata Sakdan.
Sebagai tuan rumah, Persiraja diharapkan dapat ikut serta di ajang ini. ”Kami berharap Persiraja bersedia ikut karena turnamen ini juga dapat dijadikan ajang seleksi cikal bakal pemain Persiraja untuk mempersiapkan diri memasuki kasta tertinggi Liga Indonesia,” kata Sakdan.
Dihubungi terpisah, Sekretaris Umum Persiraja Atqia Abubakar mengungkapkan, Persiraja sudah menerima undangan. Namun, sampai saat ini manajemen belum bisa memastikan ikut turnamen itu karena masalah keuangan. Selain itu, para pemain Persiraja umumnya sudah pulang ke daerah asal masing-masing.
”Karena masalah keuangan tadi, kami sulit untuk membawa kembali pemain yang sudah pulang, apalagi ada yang ke Afrika sana,” kata Atqia.
Ia menambahkan, pengurus Persiraja sangat berharap dapat ikut serta di ajang Piala Gubernur tersebut. Selain dapat dijadikan sebagai ajang persiapan, turnamen itu juga digelar di daerah sendiri sehingga dapat menjadi hiburan bagi para pendukung Persiraja. ”Karena itu, kami sangat membutuhkan bantuan dari pihak lain agar dapat ikut serta di turnamen ini,” ujarnya.(HAN/ELD)