Terorisme

Abu Sayyaf Siapkan Bom untuk Manila

Kompas.com - 16/06/2011, 14:13 WIB

MANILA, KOMPAS.com - Tokoh teroris Asia dan kelompok Abu Sayyaf tengah disebut tengah menyiapkan serangan bom dengan target ibukota Filipina, Manila, warta AP mengutip laporan intelijen Filipina, Kamis (16/6/2011).

Pihak militer dan kepolisian menanggapi serius laporan itu sehingga aparat intelijen kini disebar di Manila untuk menangkal setiap serangan. Salah satu dari dua pejabat keamanan yang mengetahui soal ancaman itu mengatakan berdasarkan informas serangan itu direncanakan pada 12 Juni. Namun tidak ada serangan terjadi.

Pemerintah Filipina meningkatkan kewaspadaan setelah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memperbarui travel warning ke Filipina dan menyatakan serangan teroris kemungkinan terjadi di wilayah selatan dan ibukota negeri itu. Namun Kedutaan Besar AS di Filipina tidak menyebut alasan peringatan itu.

Pemerintah Filipina mengeluh karena peringatan semacam itu justru tidak memperbaiki situasi keamanan.

Tentara dan polisi Filipina berhasil menewaskan dan menangkap ratusan militan Abu Sayyaf dalam beberapa tahun terakhir. Serangan-serangan terakhir hanya terjadi di Basilan dan Jolo yang jauh dari pusat. Sementara para gerilyawan yang tersisa bersembunyi di hutan-hutan terpencil serta mengalami kesulitan dana.

Laporan pemerintah menyebut Zulkifli bin Hir, tersangka terorisme asal Malaysia, kini bersembunyi di wilayah Mindanao dan Abu Sayyaf menugaskan beberapa militannya untuk menyerang target-target di Manila. Serangan itu akan dilakukan oleh Urban Terorist Group, sayap Abu Sayyaf yang berkonsentrasi pada serangan di perkotaan dan kawasan urban lainnya.

Komandan militer Manila, Tristan Kison, mengaku belum mengetahui laporan itu, tetapi pihaknya terus mewaspadai ancaman dari "orang-orang yang berniat jahat".

Zulkifli bin Hir alias Marwan, adalah insinyur didikan AS yang menjadi tersangka sejumlah serangan bom di Filipina. Washington menyiapkan hadiah 5 juta dollar AS (Rp 43 miliar) bagi yang bisa menangkapnya.

Dia merupakan sedikit tokoh terorisme Asia Tenggara yang tersisa. Dia diketahui merencanakan serangan dengan Umar Patek, tersangka teroris asal Indonesia yang ditangkap di Abbottabad, Pakistan Januari lalu. Juga dengan Dulmatin yang tewas di tangan Densus 88 di Jakarta tahun lalu.

Filipina yang didukung pelatihan dan intelijen AS memburu Marwan di Minandao selama beberapa bulan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau