Hama wereng

Putus Asa, Petani Membakar Tanaman Padi

Kompas.com - 16/06/2011, 22:02 WIB

BANTUL, KOMPAS.com - Putus asa dengan tanaman padi mereka karena diserang hama wereng coklat petani di Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Bantul, DI Yogyakarta membakar tanaman padi mereka, Kamis (16/6/2011).

Para petani mengaku, terpaksa membakar tanaman padi mereka karena berbagai upaya untuk mengendalikan hama wereng sudah dilakukan, tetapi serangan hama wereng semakin merajalela.

"Sudah enam kali kami lakukan penyemprotan, tetapi tidak ada hasilnya. Serangan malah semakin menjadi," keluh Tarmidi (50) salah seorang petani asal Pedukuhan Kwasen, Desa Srimartani.

Menurutnya, lahan padi milik kelompok tani Desa Srimartani yang diserang hama wereng mencapai 30 hektar. Serangan mulai dari tingkat sedang sampai berat. "Ada yang masih dipanen tetapi hasilnya turun 75 persen, tapi sebagian besar sudah tidak bisa dipanen," tambahnya.

Padi yang ditanam petani di lokasi ini terdiri dari dua macam varietas yakni Cibagendit dan Impera yang menurut sejumlah petani merupakan varietas yang tahan wereng.

Usia tanaman padi sendiri beragam mulai satu hingga dua bulan, dan semuanya diserang hama wereng. Senada, Parjono, petani lain di Desa Srimartani, memang selama sepuluh tahun terakhir, selalu menanam komoditas padi tanpa diselingi komoditas lain seperti palawija.

Sehingga petani mengira serangan hama wereng ini kemungkinan diakibatkan ketersediaan pangan bagi wereng. "Untuk musim tanam berikutnya kami akan menanam palawija biar memutus hama wereng," kata Parjiono.

Akibat serangan hama wereng ini dipastikan sekitar 300 petani yang menggarap di lahan tersebut mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Kerugian karena gagal panen, biaya bibit dan obat, serta biaya untuk menggarap lahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau