Gantikan china

AS Lirik Indonesia Jadi Pemasok Sepatu

Kompas.com - 17/06/2011, 08:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Produk sepatu lokal Indonesia tengah dilirik oleh Amerika sebagai pengganti impor sepatu dari China yang selama ini mendominasi negeri Paman Sam itu. Pasar Amerika sendiri mulai jenuh dengan produk sepatu dari China yang harganya merangkak naik.

Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra Siregar mengatakan Amerika saat ini tengah mencari alternatif negara yang mampu memasok sepatu selain China. Langkah itu ditempuh karena ketergantungan terhadap produk China yang terlalu besar dinilai tidak baik. "Salah satu negara yang menjadi alternatif adalah Indonesia," kata Mahendra, Kamis (16/6/2011).

Menurut Mahendra dalam waktu dekat asosiasi pengusaha sepatu dan garmen Amerika akan berkunjung untuk menjajaki kerjasama dengan produsen sepatu dari Indonesia. Industri sepatu Indonesia menurutnya harus bisa memanfaatkan ini untuk melebarkan pasar di Amerika.

Selama ini pasar sepatu Amerika hampir 100 persen diisi produk impor. Dari jumlah itu sekitar 80 persen berasal dari China dan sisanya berasa dari 12 negara lain termasuk Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Eddy Widjanarko mengatakan produk sepatu China makin mahal karena naiknya biaya produksi di sana terutama untuk biaya tenaga kerja. Hal itu menjadi salah satu penyebab kejenuhan pasar terhadap produk China. Namun peluang itu tidak bisa serta merta dimanfaatkan oleh produk sepatu dari Indonesia. Kemampuan Indonesia untuk mengisi pasar sepatu di Amerika menurutnya akan terhambat persoalan kapasitas produksi industri alas kaki yang sudah penuh. "Perlu investasi dulu untuk menambah kapasitas produksi," kata Eddy.

Saat ini ekspor produk alas kaki Indonesia lebih fokus ke Eropa karena lebih mudah ketimbang ke Amerika. Ekspor ke Amerika menurutnya kerap terhambat standar dan persyaratan yang rumit.

Eddy mengatakan pada tahun 2011, target ekspor alas kaki nasional mencapai 3,2 miliar dollar AS. Dari jumlah itu, ekspor ke Eropa sendiri sekitar 42 persen dan Amerika sekitar 32 persen-35 persen. Ekspor ke Amerika hanya untuk merek dari perusahaan besar seperti Nike dan Reebok. (Sofyan Nur Hidayat/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau