Mayat Bayi Dibuang di Depan Pesantren

Kompas.com - 17/06/2011, 18:32 WIB

PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Pondok Pesantren Badridduja Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dihebohkan penemuan mayat bayi di dalam kantong plastik, Jumat (17/6/2011) pagi. Polisi menduga pelakunya adalah orangtua si bayi. 

Menyusul penemuan mayat bayi itu, baik warga, santri, maupun guru pesantren mengutuk pelaku yang tega membuang mayat bayi tersebut. Berdasarkan keterangan yang dihimpun Kompas.com, mayat bayi itu ditemukan di depan pintu gerbang asrama putri di pesantren tersebut sekitar pukul 09.00. 

Kala itu, santri beraktivitas seperti biasa. Suasana sontak menjadi heboh saat salah seorang warga Kelurahan Sidopekso membuka isi kantong berwarna merah yang membuatnya penasaran. Sumi, warga tersebut, langsung berteriak histeris saat menemukan sesosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan berada di dalam kantong tersebut. 

Kontan, ratusan santri dan warga berduyun-duyun berdatangan. "Awalnya saya curiga ada kantong ditinggal begitu saja di gang masuk pesantren. Saya kira, itu barang milik santri atau warga yang terjatuh. Saat saya ambil, ternyata berat. Penasaran, saya lihat isinya. Setelah saya buka, ternyata bayi perempuan yang sudah tak bernyawa. Seketika itu saya kaget dan berteriak memanggil orang-orang," kata Sumi yang tampak ketakutan atas kejadian yang dialaminya. 

Tak ayal, guru di pondok pesantren (ponpes) setempat, Habib Hasyim (38), mengutuk keras tindakan pelaku yang dinilainya tidak bermoral dengan meninggalkan bayi tak bernyawa di depan pintu masuk pondoknya. "Kami menguntuk keras atas perbuatan keji yang mungkin dilakukan oleh orangtua sang bayi. Kok tega-teganya mereka meninggalkan bayinya yang dibungkus baju kemudian dimasukkan dalam kresek. Ini sangat tidak bermoral," kata Habib Hasyim yang merasa iba dengan kejadian ini. 

Kepala Polres Probolinggo AKBP Zulfikar Tarius melalui Kasatreskrim AKP Heri Mulyanto menjelaskan, pihaknya kini tengah mencari pelaku yang diduga orangtua si bayi tersebut. "Kami masih mencari informasi, kira-kira siapa yang sengaja membuang bayi di depan pondok tersebut. Mengapa bayi itu ditinggalkan di situ, ini tanda tanya besar bagi kami. Kami berharap masyarakat bisa bekerja sama dengan polisi agar kasus ini bisa terungkap," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau