PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Pondok Pesantren Badridduja Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dihebohkan penemuan mayat bayi di dalam kantong plastik, Jumat (17/6/2011) pagi. Polisi menduga pelakunya adalah orangtua si bayi.
Menyusul penemuan mayat bayi itu, baik warga, santri, maupun guru pesantren mengutuk pelaku yang tega membuang mayat bayi tersebut. Berdasarkan keterangan yang dihimpun Kompas.com, mayat bayi itu ditemukan di depan pintu gerbang asrama putri di pesantren tersebut sekitar pukul 09.00.
Kala itu, santri beraktivitas seperti biasa. Suasana sontak menjadi heboh saat salah seorang warga Kelurahan Sidopekso membuka isi kantong berwarna merah yang membuatnya penasaran. Sumi, warga tersebut, langsung berteriak histeris saat menemukan sesosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan berada di dalam kantong tersebut.
Kontan, ratusan santri dan warga berduyun-duyun berdatangan. "Awalnya saya curiga ada kantong ditinggal begitu saja di gang masuk pesantren. Saya kira, itu barang milik santri atau warga yang terjatuh. Saat saya ambil, ternyata berat. Penasaran, saya lihat isinya. Setelah saya buka, ternyata bayi perempuan yang sudah tak bernyawa. Seketika itu saya kaget dan berteriak memanggil orang-orang," kata Sumi yang tampak ketakutan atas kejadian yang dialaminya.
Tak ayal, guru di pondok pesantren (ponpes) setempat, Habib Hasyim (38), mengutuk keras tindakan pelaku yang dinilainya tidak bermoral dengan meninggalkan bayi tak bernyawa di depan pintu masuk pondoknya. "Kami menguntuk keras atas perbuatan keji yang mungkin dilakukan oleh orangtua sang bayi. Kok tega-teganya mereka meninggalkan bayinya yang dibungkus baju kemudian dimasukkan dalam kresek. Ini sangat tidak bermoral," kata Habib Hasyim yang merasa iba dengan kejadian ini.
Kepala Polres Probolinggo AKBP Zulfikar Tarius melalui Kasatreskrim AKP Heri Mulyanto menjelaskan, pihaknya kini tengah mencari pelaku yang diduga orangtua si bayi tersebut. "Kami masih mencari informasi, kira-kira siapa yang sengaja membuang bayi di depan pondok tersebut. Mengapa bayi itu ditinggalkan di situ, ini tanda tanya besar bagi kami. Kami berharap masyarakat bisa bekerja sama dengan polisi agar kasus ini bisa terungkap," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang