Bakrie Grup Batal Kelola Arema

Kompas.com - 17/06/2011, 23:29 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Bakrie Grup batal mengelola PT Arema Indonesia. Alasannya, kedua belah pihak, Bakrie Grup dan PT Arema, masih akan mengkaji lebih lanjut, selain ada beberapa prinsip yang harus disinkronkan.

Pembatalan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Arema Indonesia dan Bakrie Grup yang akan diadakan di kantor Arema, di Jalan Sultan Agung, Kota Malang, Jawa Timur, itu disampaikan oleh Pengawas Yayasan Arema, Bambang Winarno, saat dihubungi via telepon, Jumat (17/6/2011) malam.

"Untuk malam ini, belum ada pertemuan guna membahas perjanjian antara Bakrie Grup dan PT Arema. Sebab, kedua belah pihak masih saling mendalami perjanjian," jelasnya.

Perihal yang akan didalami oleh kedua pihak itu, jelas Bambang, antara lain berapa nilai investasi Bakrie Grup pada PT Arema. Begitu juga pihak Bakrie Grup akan mendalami kondisi Arema, selain soal kepengurusan di Yayasan Arema dan PT Arema Indonesia.

"Kami belum tahu kapan kepastian pertemuan akan dilakukan. Selain itu, perwakilan dari Bakrie Grup sampai saat ini belum datang ke Malang," ungkapnya.

Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, Pembina Yayasan Arema, Rendra Krisna, menegaskan bahwa pertemuan antara Bakrie Grup dan PT Arema itu akan digelar di kantor Arema. Bakrie Grup akan memberikan dana awal senilai Rp 15 miliar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau