Menpora Tak Persoalkan Status Kehadiran Pangeran Ali

Kompas.com - 18/06/2011, 00:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng tidak mempermasalahkan status kedatangan Wakil Presiden (Wapres) FIFA Pangeran Ali bin Al Hussein di Indonesia pekan ini.

"Kami tidak mempermasalahkan status kedatangannya. Yang jelas, kami telah bertemu dan telah melakukan pembicaraan tentang perkembangan sepak bola Indonesia," kata Andi di kantor Kemenpora Jakarta, Jumat (17/6/2011).

Kedatangan pangeran asal Jordania itu ke Indonesia sempat dipertanyakan. Ada beberapa kalangan menilai kedatangannya ke Tanah Air bukan representasi Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), melainkan karena ada undangan.

Hanya saja, saat dikonfirmasi seusai bertemu dengan pemilik suara atau lebih dikenal Kelompok 78 di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (14/6/2011), Pangeran Ali mengaku kedatangannya ke Indonesia berdasarkan mandat Presiden FIFA Sepp Blatter.

Menurut Andi Mallarangeng, saat bertemu dengan Wapres FIFA, selain membahas masalah kongres PSSI, pihaknya juga membahas perkembangan sepak bola Indonesia ke depan setelah terbentuk kepengurusan baru periode 2011-2015.

"Pertemuan itu adalah kesempatan pemerintah untuk bertemu FIFA dan menjelaskan semua permasalahan yang terjadi. Yang jelas respons Pangeran Ali cukup positif," katanya menambahkan.

Pertemuan itu, kata dia, merupakan salah satu modal untuk terus melakukan komunikasi dengan FIFA karena banyak program dari FIFA bisa diterapkan di Indonesia.

"Program FIFA untuk pengembangan sepak bola sangat banyak, termasuk Gold Program. Itu juga kami bicarakan," kata pria kelahiran Makassar itu. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau