Polri Kirim Densus 88 ke Lubuk Linggau

Kompas.com - 18/06/2011, 15:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mabes Polri mengirimkan tim Densus 88 Antiteror ke Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, untuk menyelidiki kasus meledaknya bom di Swalayan SM di Jalan Yos Sudarso pagi tadi. Polri menduga peledakan itu dilakukan teroris.

"Iya. Pokoknya (tim) lengkap. Ini perbuatan teror. Pelakunya teroris. Tapi jaringan teroris mana kita belum tahu," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Boy Rafli Amar, kepada Kompas.com, Sabtu (18/6/2011), ketika ditanya apakah Mabes Polri mengirimkan tim Densus 88.

Boy mengatakan, paket di Sumsel itu mirip dengan paket bom buku yang pernah dikirimkan ke beberapa orang di Jakarta. Ditanya apakah ada anggota kelompok teroris pimpinan Pepi Fernando (aktor teror bom buku) yang belum ditangkap, Boy menjawab," Enggak ada."

Seperti diwartakan, paket bom untuk Hindra Sumarjono, pemilik swalayan, meledak pada pukul 9.25 WIB. Awalnya, paket itu diterima petugas satpam swalayan dari lelaki tidak dikenal pada hari Jumat (17/6/2011) sekitar pukul 17.12 WIB.

"Karena sore itu Pak Hindra tidak ada di tempat, paket disimpan di ruang informasi," jelas Boy.

Paket kemudian diserahkan petugas satpam kepada Hindra pagi tadi. Setelah paket berukuran 15 x 20 cm itu dibuka, bom langsung meledak. Akibatnya, Hindra mengalami luka-luka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau