"Nyok Kite" Borong di Jakarta Great Sale

Kompas.com - 19/06/2011, 03:36 WIB

Juni adalah bulan dinanti sebagian besar warga Jakarta yang suka berbelanja. Jakarta Great Sale salah satu momen yang ditunggu mereka.

Layaknya orang lapar dan haus, begitu JGS dibuka Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Jumat (17/6), sontak 68 mal dan pusat perbelanjaan dipenuhi pengunjung.

Pengunjung memenuhi pusat perbelanjaan dan mal untuk mencari diskon, yang besarnya mulai dari 20 sampai 70 persen. Tak hanya diskon besar-besaran, konsumen juga dimanjakan dengan program belanja spesial, seperti beli satu gratis satu atau ekstra diskon tengah malam.

Lihat saja Plaza Senayan dan Senayan City, Jakarta Pusat. Pada Sabtu sore sangat ramai pengunjung. Jika diperhatikan lebih saksama, sebagian besar pengunjung yang berburu diskon adalah perempuan. Sebagian datang dengan suami, anak, dan pembantu. Sebagian lagi datang bersama teman atau saudara.

Tidak mengherankan, konter yang sangat menonjol dikunjungi adalah perlengkapan bayi dan anak serta pakaian, aksesori, dan sepatu perempuan dewasa. Hanya sebagian kecil lelaki yang berburu pakaian.

Lihat saja Debenhams, Mothercare, dan Mango di Senayan City penuh sesak pengunjung. Di depan Mothercare, kereta bayi memenuhi depan konter tersebut, sementara pengunjung memadati ruangan yang penuh dengan pakaian, sepatu, dan aksesori untuk bayi dan anak-anak. Pengunjung juga memadati konter Metro dan Sogo Plaza Senayan yang letaknya hampir berseberangan dengan Senayan City.

”Kalau lagi great sale di sini, diskonnya benar-benar diskon. Bukan diskon bohong-bohongan seperti sejumlah pusat perbelanjaan yang harganya dinaikkan dulu baru didiskon. Produk orisinal bisa dijual dengan harga murah,” kata Ita Sari (35), karyawati perusahaan swasta di Jakarta Pusat.

Di konter Debenhams, ibu dua putra, warga Kelurahan Gagak, Ciledug, Kota Tangerang, ini membelikan beberapa potong celana dan kemeja buat kedua anaknya.

Sayangnya, tidak semua konter di dua mal tersebut menggelar pesta diskon. Bisa jadi, ini yang membuat JGS belum memberikan gaung signifikan bagi pariwisata Jakarta.

Kondisi ini sangat berbeda dengan ajang serupa yang digelar dua negara tetangga, seperti Singapura dengan nama The Great Singapore Sale atau Malaysia Great Sale. Obral besar di dua negara itu berhasil mendorong seluruh pedagang kios di pusat-pusat perbelanjaan dan pengusaha perhotelan ikut memberi potongan harga 20 persen sampai 80 persen.

JGS pertama kali diselenggarakan tahun 1998. Nama event itu terus berganti, mulai dari Festival Pertokoan, Pesta Diskon, Pesta Diskon Jakarta, hingga akhirnya menjadi JGS.

Tahun ini, JGS akan berlangsung dari tanggal 17 Juni sampai 17 Juli 2011. Dari JGS ini, Fauzi Bowo menaruh harapan, transaksi bisnis akan lebih bergairah. Jika JGS tahun 2010 transaksi bisnis mencapai Rp 7,2 triliun, tahun 2011 ini diharapkan meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp 8,6 triliun.

Akankah JGS menyaingi acara serupa di Singapura dan Malaysia? Kreativitas mendorong pelaku usaha agar terlibat aktif dalam JGS adalah kuncinya. (Pingkan Elita Dundu)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau