Tottenham Tidak Akan Lepas Modric

Kompas.com - 19/06/2011, 03:43 WIB

LONDON, SABTU - Tottenham Hotspur harus berjuang keras menjaga gelandang mereka yang berasal dari Kroasia, Luka Modric, agar tidak hengkang dari White Hart Lane. Tottenham telah mengeluarkan pernyataan tidak akan melepas gelandang berusia 25 tahun itu. Namun, saat wawancara dengan media Inggris, Modric mengungkapkan keinginannya hijrah ke Chelsea. 

”Chelsea klub besar dengan pemiliknya yang ambisius (pada gelar),” ujar Modric kepada harian Daily Mail. ”Mereka punya pemain-pemain hebat dan memiliki ambisi berjuang merebut juara dan menjuarai Liga Champions. Saya ingin meninggalkan Tottenham sebagai kawan, tetapi kini saya harus mencari klub lain.”

Modric belum mengajukan permintaan transfer kepada Tottenham. Ia terikat kontrak enam tahun saat menandatangani kontrak baru dengan Tottenham tahun lalu. ”Saya punya kesepakatan dengan bos klub. Saat saya menandatangani kontrak baru, dia mengatakan, jika ada klub lain berminat merekrut saya, mereka akan mempertimbangkan tawaran tersebut,” kata Modric.

”Ini bukan soal uang. Ini soal ambisi. Ketika datang ke Inggris, saya memimpikan untuk merebut gelar juara dan itu masih jadi mimpi saya sekarang. Tottenham klub besar dengan pemain dan pelatih yang bagus, tetapi saya ingin berjuang untuk merebut gelar juara.”

Modric menyumbang 12 gol dari 120 kali penampilan sejak bergabung dengan Tottenham pada 2008 dari Dinamo Zagreb dengan transfer 16,5 juta poundsterling (Rp 229 miliar). Belum lama ini, Chelsea dilaporkan mengajukan penawaran 22 juta poundsterling (Rp 305,4 miliar) untuk merekrut Modric dari Tottenham.

Tidak akan dijual 

Penawaran itu ditanggapi Pelatih Tottenham Harry Redknapp sebagai ”hal yang memalukan”. ”Beberapa pemain dijual sekitar 20 juta poundsterling, yang mereka itu tidak sebanding dengan ukuran seperti Luka,” kata Redknapp yang menegaskan peran Modric tidak tergantikan.

Bos Tottenham Daniel Levy juga menegaskan, pihaknya tidak akan menjual Modric dengan ”harga berapa pun”. ”Dengan menaruh rasa hormat kepada Luka Modric, kami tidak siap untuk menjual (Modric) pada harga berapa pun kepada Chelsea atau klub lainnya,” kata Levy, seperti dikutip situs resmi Tottenham ((www.tottenhamhotspur.com).

”Kami telah menegaskan posisi kami dengan jelas secara tertulis kepada Chelsea. Mereka memilih acuh tak acuh dan mengumumkan penawaran secara terbuka. Jika masih ragu, kami tegaskan lagi bahwa kami tidak akan bernegosiasi dengan klub mana pun terkait Luka. Dengan ini, kami menganggap masalah ini telah selesai.” Selain Chelsea, Manchester City juga berminat untuk menggaet Modric.

McLeish nekat ke Villa

Sementara itu, Aston Villa telah menunjuk mantan Pelatih Birmingham City Alex McLeish sebagai pelatih baru mereka. Kepastian itu kurang dari seminggu setelah pelatih asal Skotlandia itu memicu perselisihan hukum dengan meninggalkan Birmingham melalui e-mail. 

”Saya merasa terhormat mendapat kesempatan melatih klub yang punya sejarah fantastis seperti Aston Villa,” ujar McLeish, mantan bek tengah di klub Aberdeen dan Skotlandia selama bertahun-tahun itu, kepada situs Aston Villa (www.avfc.co.uk). ”Saya tahu beberapa fans kami menyuarakan keprihatinan dan saya bisa memahami mengapa.”

Langkah Villa mewawancarai McLeish telah memicu kemarahan pendukung Birmingham, yang kini terdegradasi dari Liga Primer. McLeish juga terancam mendapat gugatan hukum dari klub Birmingham atas keputusannya hengkang ke Villa.

”Ketika klub tengah menyusun gugatan hukum kepada McLeish, masalah ini sedang ditangani pengacara kami dan karena itu tidak pantas klub membuat pernyataan,” begitu pernyataan Birmingham. (AP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau