Scholes Jelaskan Pensiun Dininya dari "Tiga Singa"

Kompas.com - 19/06/2011, 08:57 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Mantan pemain Manchester United (MU), Paul Scholes, mengatakan keputusannya pensiun dari tim nasional Inggris tujuh tahun lalu tak ada hubungannya dengan mantan pelatih Inggris, Sven Goran Eriksson.

Scholes gantung sepatu dari timnas setelah Piala Eropa 2004. Hal ini sempat menjadi tanda tanya karena usianya saat itu baru menginjak 29 tahun. Menurut pemberitaan di Inggris, Scholes pensiun karena ia tak suka dimainkan Eriksson sebagai sayap kiri.

"Itu tidak benar. Beberapa orang mengatakan saya bertengkar dengan Sven karena dia memainkan saya di kiri, tapi itu tidak pernah terjadi. Saya pernah bermain sebagai sayap kiri di Manchester United selama beberapa musim. Saya melakukannya dengan baik dan mencetak banyak gol. Itu tidak pernah menjadi masalah," jelas Scholes.

Sepanjang karier profesionalnya, Scholes dikenal sebagai gelandang yang produktif. Namun, bersama tim nasional, pria 36 tahun itu hanya mengoleksi 14 gol dalam 66 pertandingan.

"Mungkin untuk setengah pertandingan yang saya ikuti bersama Inggris, saya bermain bagus. Saya memulai karier bersama Inggris cukup baik. Dalam 20 sampai 25 pertandingan pertama saya mencetak beberapa gol. Sejak itu semuanya tidak berjalan seperti yang saya inginkan. Ini salah saya karena tidak bermain maksimal," tuntasnya. (GL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau