Pasokan Honda CBR 250R dan PCX Tersendat, Juli Pulih!

Kompas.com - 20/06/2011, 06:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua model sepeda motor Honda yang dipasarkan PT Astra Honda Motor (AHM) di Indonesia dan dibuat di Thailand, yaitu CBR 250 R dan skuter PCX, mengalami kekurangan stok pada Mei dan Juni ini. Penyebabnya, pasokan dari Thailand turun.

"Memang pasokan dua model itu sedikit terhambat mulai Mei. Produksi di Thailand terganggu karena kekurangan pasokan komponen dari Jepang," jelas Sigit Kumala, Senior General Manager Sales Division AHM.  

Pada Mei 2011, AHM telah menjual 639 unit CBR 250R, turun 34,7 persen dari bulan sebelumnya. Adapun penurunan pasokan PCX terjadi pada April, yang cuma tercatat menjadi 50 unit, sedangkan Maret 196 unit dan Mei 167 unit. "Kedua model yang dipasarkan ke seluruh dunia dibuat di Thailand. Jadi gangguan pasokan tidak hanya di sini, juga di negara lain. Mudah-mudahan Juli ini normal," harap Sigit.

Penjualan total sepeda motor impor utuh (completely built up/CBU) selama 2011 (Januari-Mei) naik 139,7 persen, yaitu sebanyak 9.569 unit dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, atau menyumbang 0,28 persen dari total pasar 3,412 juta unit.

Model impor utuh antara lain Honda PCX 125, CBR 250R; Kawasaki KLX 250, Ninja 250R, ZX 600 R; dan Suzuki dengan RM Z 450 K8.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau