5 Cara Kreatif untuk Menemukan "Passion"

Kompas.com - 20/06/2011, 11:03 WIB

KOMPAS.com - Kita selalu disarankan untuk menemukan passion, agar kita bisa melakukan sesuatu yang memang kita sukai. Karena, percuma bila kita memiliki gaji yang tinggi tetapi tidak menikmati pekerjaan yang kita lakukan bukan?

Namun, tak semua orang mampu menemukan passion-nya secara langsung. Seringkali kita masih merasa goyah, benarkah ini yang saya inginkan? Kita ingin dibantu untuk menemukan hasrat kita yang terdalam untuk membuat kehidupan kita lebih bermakna. Bila Anda berniat menemukan passion ini untuk membangun usaha yang Anda cita-citakan sejak dulu, coba ikuti lima latihan berikut.

1. Coba ingat, apa yang suka Anda lakukan ketika masih kecil?
Rob Levit, pakar kreativitas (kalau mengutip istilah Yoris Sebastian mungkin "creative junkie"), speaker, dan konsultan bisnis dari Annapolis, Md, menyarankan Anda untuk membuat daftar hal-hal yang senang Anda lakukan ketika masih kecil. Sebab menurut Levit, "Penelitian membuktikan, ada banyak hal yang bisa ditemukan dalam permainan, bahkan sebagai orang dewasa."

Coba kunjungi beberapa acara, aktivitas, atau makanan yang Anda sukai ketika masih kecil. Tanyakan pada diri Anda: hal apa dari masa kecil tersebut yang bisa dilakukan ke dalam kehidupan Anda sekarang? Bagaimaan pengalaman di masa lalu tersebut membentuk pilihan karier Anda sekarang?

2. Buat sebuah "papan kreativitas" 
Michael Michalko, pakar kreativitas dan penulis buku ThinkPak, menyarankan, ambil sebuah papan tempelan yang besar, lalu letakkan kata-kata "bisnis baru" di tengah-tengahnya. Kemudian, buat suatu kolase gambar, ungkapan-ungkapan, artikel, puisi, dan inspirasi lain.

"Ketika Anda mengelilingi diri Anda dengan gambar-gambar dari tujuan Anda -misalnya akan menjadi seperti apa Anda nanti, atau apa yang ingin Anda ciptakan- kesadaran dan passion Anda akan tumbuh," katanya.

Begitu papan tersebut berkembang dan menjadi lebih fokus, Anda bisa mulai mengenali apa yang hilang. Lalu mulai membayangkan cara untuk mengisi kekosongan dan mewujudkan visi Anda.

3. Buat daftar tokoh-tokoh yang menginspirasi Anda
Cari tahu orang-orang yang telah meraih kesuksesan di bidang yang ingin Anda tekuni. Misalnya begini, selama resesi, banyak orang berpaling dari bisnis properti karena mereka berpikir bidang tersebut sudah mati. Namun Levit meyakini, itulah waktu yang tepat bagi Anda untuk terjun ke bisnis properti. Karena, apapun bisnisnya, selalu ada orang-orang yang sukses menjalaninya. Pelajari bagaimana mereka meraih kesuksesan, dan mengapa mereka mampu mempertahankan kesuksesannya ketika orang lain gagal. Kemudian bangun sebuah struktur untuk menirunya.

"Kalau Anda ingin menjadi kreatif, susun rencana yang formal dan teliti. Bukan rencananya yang kreatif, tetapi proses yang Anda jalani lah yang membuka begitu banyak kemungkinan," papar Levit.

4. Mulailah melakukan apa yang Anda sukai, meskipun tanpa business plan
Memulai bisnis adalah masalah keberanian. Banyak orang yang merasa tak siap bila tidak memiliki perencanaan bisnis secara ekstensif dan tertulis, termasuk investor yang siap menghujani Anda dengan dana. Namun, ide-ide mereka tak pernah hidup, kata Cath Duncan, pakar kreativitas yang berbasis di Calgary, Canada.

Akan lebih baik bila Anda melakukan apa yang Anda sukai, meskipun Anda belum memperhitungkan bagaimana menguangkan hobi Anda tersebut. Pelajari apa yang akan terjadi bila Anda bekerja di area yang menggairahkan Anda. Bangun jaringan bisnis Anda, dan mintalah feedback yang bisa membantu Anda mengembangkan dan menyempurnakan business plan Anda. Menurut Duncan, kegembiraan karena melihat perbedaan yang terjadi akibat kontribusi Anda akan memicu kreativitas Anda.

5. Lupakan dulu ide untuk berbisnis
Kadang-kadang, pikiran kita perlu dibebaskan dari rencana-rencana untuk berbisnis tersebut. Anda bisa mencoba melakukan hal-hal lain yang membuat Anda rileks, entah itu menulis, memasak, berolahraga... apa saja yang Anda sukai. Setelah berlibur secara "mental" untuk memanjakan kesukaan Anda, Anda bisa kembali ke rencana yang telah Anda susun. Lalu, tulislah ide-ide bisnis yang mulai terpikir oleh Anda.

"Anda akan terkejut betapa segar ide-ide Anda," kata Levit. "Mengamati benda-benda yang indah, seperti seni dan alam, bisa menciptakan koneksi yang sering kita abaikan."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau