Sandhy Soendhoro: Menikmati Hidup

Kompas.com - 20/06/2011, 12:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Seorang Sandhy Soendhoro atau lebih dikenal dengan nama panggung Sandhy Sondoro (37) selalu menikmati hidup dalam bermusik. Bukan hanya menyanyi, Sandhy, lulusan arsitek dari ILS-Hamburg, Jerman, jurusan interior desain, ini juga memainkan gitar dan mencipta lagu.

Spirit pelantun ”End of the Rainbow” dalam bermusik seolah tidak pernah padam. Hal tersebut dia tunjukkan melalui album terbaru yang rencananya dirilis Oktober mendatang. Sekarang semua materi sudah terkumpul, hanya saja masih dalam proses mixing dan mastering.

”Di album itu ada 12 lagu. Sepuluh lagu di antaranya lagu ciptaan saya, sedangkan dua lainnya saya membawakan lagu milik penyanyi Indonesia,” ujarnya di sela-sela persiapan konser bersama Glenn Fredly dan Tompi di Central Park Jakarta, akhir pekan kemarin.

Seperti lagu-lagu Sandhy dalam album Why Don’t We (2008), finalis SSDSSSWEMUGABRTLAD di televisi ProSieben, Jerman (2007), ini juga mengangkat berbagai tema. Ada lagu yang bercerita tentang cinta, universal, juga kehidupan manusia. ”Saya ingin menunjukkan optimisme dalam kehidupan,” kata Sandhy, juara International Contest of Young Pop Singers New Wave di Jurmala, Latvia (2009). (BEE)

 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau