Para Pemain Sudah Jajal Arena

Kompas.com - 21/06/2011, 04:06 WIB

Jakarta, Kompas - Sebagian besar pemain yang tampil pada turnamen Premier Super Series Djarum Indonesia Open 2011 sudah menjajal tempat pertandingan di Istora Senayan, Jakarta, Senin (20/6). Bagi pemain, latihan ini untuk mengenal karakter lapangan, kondisi angin, dan cahaya.

Pemain-pemain China memulai sesi latihan dari pukul 14.00 sampai pukul 16.00. Mereka memanfaatkan dua lapangan untuk latihan fisik ringan dan latihan gim secara bergantian.

Namun, tidak semua pemain China ikut latihan. Dari durasi dua jam, sesi latihan hanya diikuti pemain-pemain tunggal putra dan putri.

Juara Olimpiade 2008, Lin Dan, yang akhir pekan lalu mengundurkan diri di final turnamen Super Series Singapura Terbuka, ikut latihan ringan bersama rekannya, Bao Chunlai, Chen Long, Chen Jin, dan Du Pengyu.

Sebelumnya Lin Dan mengatakan, bermain atau tidaknya dia tergantung dari kondisi kesehatannya menjelang pertandingan. Di Singapura Lin Dan mundur karena mengalami gangguan pencernaan dan flu karena terlalu banyak mengonsumsi air dingin seusai pertandingan.

Dari jadwal yang disusun, Lin Dan yang ditempatkan sebagai unggulan kedua baru akan tampil hari Rabu melawan pemain India, Kasyhyap Parupali.

Sementara itu, di bagian putri, pemain yang hadir latihan adalah juara Singapura Terbuka, Wang Xin, dan rekannya, Wang Shixian, Wang Yihan, Liu Xin, serta Li Xuerui.

Pada waktu bersamaan, di dua lapangan lainnya, para pemain Singapura yang memanfaatkan lapangan untuk berlatih.

Pemain-pemain Indonesia baru mendapat kesempatan menjajal arena pertandingan mulai pukul 16.00 sampai pukul 18.00. Kecuali pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, hampir semua pemain pelatnas Cipayung terlibat latihan.

Beberapa pemain nonpelatnas, seperti Taufik Hidayat, Tommy Sugiarto, Markis Kido/Hendra Setiawan, Vita Marissa/Nadia Melati, dan Nova Widiyanto, juga bergabung dalam sesi latihan itu. Sama dengan Tontowi/Liliyana, finalis Singapura Terbuka, Alvent Yulianto/Hendra AG, juga tidak terlihat.

”Latihan memang lebih difokuskan untuk mengenal kondisi lapangan. Semua pemain siap tampil dan kami berharap mereka bisa menampilkan permainan terbaik pada laga sesungguhnya nanti,” kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia Hadi Nazri.

Latihan tidak hanya dilakukan di Istora Senayan. Beberapa pemain Denmark, seperti Mathias Boe dan Carsten Mogensen, memilih latihan di GOR Asia Afrika.

Babak kualifikasi

Hari Selasa ini, agenda turnamen hanya mempertandingkan babak kualifikasi mulai pukul 08.00. Pemain senior tunggal putra pelatnas Cipayung, Sony Dwi Kuncoro, juga harus memulai perjuangan dari babak kualifikasi.

Pada laga awal, Sony akan ditantang pemain Taiwan, Chen Chou Tien. Jika menang, Sony kemudian harus menghadapi pemenang pertandingan antara pemain Indonesia, Andre Kurniawan dan pemain Thailand, Tanongsak Saensomboonsok.

Kalau terus menang di babak utama, Sony sudah ditunggu runner-up All England 2010 asal Jepang, Kenichi Tago.

Dua pemain pelatnas lainnya, Simon Santoso dan Dionysius Hayom Rumbaka, baru akan tampil di babak utama besok. Simon langsung menghadapi juara Singapura Terbuka, Chen Jin, sedangkan Hayom menunggu pemain yang lolos babak kualifikasi.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, turnamen Djarum Indonesia Open 2011 ini jauh lebih bergengsi. Selain kastanya dinaikkan jadi premier super series, turnamen ini juga menaikkan total hadiah dari 250.000 dollar AS menjadi 600.000 dollar AS.

Perwakilan PT Djarum Indonesia, Yan Haryadi Susanto, selaku sponsor utama Djarum Indonesia Open, mengatakan, ajang ini akan memompa semangat atlet nasional untuk menunjukkan bahwa Indonesia bisa bangkit dari minimnya prestasi.

”Ini merupakan kompetisi nomor dua terbesar dunia untuk bulu tangkis setelah Piala Thomas. Kami tentu berharap ini bisa mengembalikan supremasi bulu tangkis Indonesia di mata dunia,” kata Yan Haryadi. (OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau