WNI Didesak Tinggalkan Yaman

Kompas.com - 21/06/2011, 06:38 WIB

KAIRO, KOMPAS.com — Kedutaan Besar RI di Sanaa kembali mendesak semua warga negara Indonesia  untuk meninggalkan Yaman akibat pergolakan bersenjata di negara itu.

 "Situasi dan kondisi politik, sosial, dan keamanan di Yaman semakin tidak menentu sehingga KBRI (Kedutaan Besar RI) mendesak semua WNI (warga negara Indonesia) untuk segera meninggalkan Yaman," demikian siaran pers KBRI Sanaa yang diterima ANTARA Kairo, Senin (20/6/2011).     

Sejauh ini, KBRI Sanaa telah melakukan delapan tahap pemulangan sebanyak 253 WNI. Mereka umumnya mahasiswa dan dipulangkan sejak krisis politik melanda negeri paling selatan Jazirah Arab itu dalam empat bulan terakhir.     

Pada Sabtu (18/6/2011) KBRI melakukan pemulangan tahap ke VIII sebanyak 30 orang atas kerja sama dengan Direktorat Perlindungan WNI, Badan Hukum Indonesia, serta Sekretariat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI.     

Disebutkan, saat ini masih terdapat 40 WNI berlindung di KBRI untuk proses pemulangan selanjutnya. Tercatat 111 WNI memilih tetap bertahan di Yaman, tetapi berpindah tempat dari ibu kota Sanaa ke beberapa kota di Provinsi Handramaut yang dianggap lebih aman, seperti Mukalla, Seiyun, dan Tarim.     

Dua pekan lalu, KBRI telah mengimbau semua WNI untuk meninggalkan Yaman menyusul pertempuran hebat di ibu kota Sanaa antara pasukan pemerintah dan oposisi dari kelompok suku bersenjata.     

Kondisi keamanan di Yaman memburuk setelah Istana Presiden juga menjadi sasaran serangan bom sehingga melukai Presiden Ali Abdullah Saleh.     

Presiden Saleh dan beberapa petinggi negara yang cedera kini masih dirawat di satu rumah sakit kerajaan di negara jirannya, Arab Saudi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau