Aspirasi

Juru Parkir Demo Parkir "Off Street"

Kompas.com - 21/06/2011, 12:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan juru parkir melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta, Selasa (21/6/2011). Mereka menuntut parkir off street dicabut. Aksi ini merupakan aksi lanjutan dari unjuk rasa yang telah dilakukan pada Senin (20/6/2011)  kemarin di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.

"Kami mau pintu ini dibuka. Kami minta baik-baik kok. Kan sama-sama rakyat. Tolonglah hargai kami," ujar penanggung jawab aksi, Lieus Sungkharisma.

Dalam orasinya, mereka menyatakan penolakannya atas diberlakukannya kebijakan Gubernur DKI Jakarta terkait penerapan parkir off street di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster bernada penolakan parkir off street dan meminta keadilan kepada anggota DPRD DKI. Para peserta aksi mendesak untuk diberikan kesempatan masuk dan bertemu dengan para wakil rakyat.

Unjuk rasa ini sempat menyebabkan lalu lintas macet di sepanjang Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Namun, saat tiba di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, aksi ini tak menyebabkan kemacetan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau