SANA'A, KOMPAS.com — Ribuan demonstran turun ke jalan-jalan di Sana'a, Yaman, untuk menuntut putra sulung Presiden Ali Abdullah Saleh meninggalkan negara itu, Senin (20/6/2011). Mereka juga menuntut dibentuknya sebuah dewan transisi yang berkuasa.
Ahmed Saleh (42) adalah anak tertua Presiden Ali Abdullah Saleh. Dia menjadi salah satu orang penting di militer karena berkuasa atas pasukan Pengawal Republik.
Seorang pejabat senior pemerintahan mengatakan kepada Xinhua bahwa Saleh telah pulih hingga 80 persen dan akan muncul di televisi negara dalam waktu tiga hari mendatang.
Meskipun Wakil Presiden Yaman Abd-Rabbo Mansour Hadi telah ditetapkan sebagai pejabat presiden, pihak oposisi percaya bahwa Ahmed Saleh adalah orang yang menjalankan negara selama ketidakhadiran ayahnya.
Para demonstran meneriakkan slogan-slogan bernada menentang Ahmed Saleh dan kerabat-kerabatnya di tubuh militer, menuntut pembentukan sebuah dewan transisi kepresidenan untuk memerintah Yaman, menurut para saksi.
Para saksi mengatakan, para demonstran juga menggelar spanduk yang isinya menolak Arab Saudi dan intervensi Amerika Serikat dalam urusan negara mereka.
Pasukan keamanan memblokade jalan-jalan utama untuk mencegah para pengunjuk rasa bergerak maju. Tidak ada laporan bentrokan dengan pasukan keamanan.
Oposisi yang didukung demonstran, yang telah menelepon Saleh untuk mundur selama lima bulan ini, mengatakan bahwa Saleh tidak mampu menjalankan negara setelah ia terluka parah dalam serangan tersebut.
Juru bicara oposisi, Mohamed Qahtan, menuduh anak Saleh menghalangi proses damai membentuk dewan interim yang berkuasa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang