Tak mau serahkan spj bos

Diperiksa, 5 Kepala SMP Tetap pada Sikapnya

Kompas.com - 21/06/2011, 18:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lima kepala SMP, yang dilaporkan Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait dugaan maladministrasi terhadap keputusan Komisi Informasi Pusat, memenuhi panggilan Ombudsman Republik Indonesia, Selasa (21/6/2011), di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan. Kelima kepala sekolah tersebut adalah Kepala SMPN 190, SMPN 95, SMPN 84, SMPN 67, dan SMPN 28. Mereka bersikukuh dengan keyakinan mereka jika segala dokumen surat pertanggungjawaban (SPJ) dan kuitansi mengenai penggunaan dana BOS adalah dokumen rahasia dan ICW tidak mempunyai kewenangan untuk memeriksanya.

"Jika hanya membutuhkan informasi, itu sudah kami informasikan di website dinas pendidikan DKI Jakarta. Tetapi, yang diinginkan ICW adalah memeriksa. Kami rasa itu wewenang auditor dan bukan wewenang ICW," dikatakan oleh Kepala SMPN 28, Hasdullah, Selasa (21/6/2011) siang, di Kantor Ombudsman, Jakarta.

Sementara itu, anggota Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan dan Pengaduan, Budi Santoso, mengatakan, dirinya belum mengetahui latar belakang mereka (kepala sekolah) tidak bersedia memberikan dokumen dan informasi terkait penggunaan dana BOS.

"Agenda hari ini klarifikasi dari mereka terkait laporan ICW. Saya tidak tahu mengapa mereka tidak bersedia memberikan kuitansi dan SPJ kepada publik (ICW), apakah karena ketidaktahuan mereka terhadap UU No 14 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) atau ada perintah dari atasan (kepala dinas). Sementara ini kami menangkap ada ketidaktahuan mereka. Tetapi tetap ada kewajiban mereka untuk membuka informasi yang bukan rahasia negara," kata Budi.

Untuk itu, sambung Budi, pada awal Juli mendatang, Ombudsman akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto untuk mengklarifikasi permasalahan ini.

"Awal Juli setelah tanggal 4 kami akan memanggil Kadisdik untuk menyamakan persepsi terkait masalah ini," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau