Dampak contek massal

Siami dan Alif Akhirnya Pulang ke Gadel

Kompas.com - 21/06/2011, 18:56 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Nyonya Siami, ibu pelapor contek massal di SDN Gadel II Surabaya, akhirnya kembali ke rumah mereka di Jalan Gadel Sari Barat, Kecamatan Tandes, Surabaya, Selasa (21/6/2011) siang.

Siami dan keluarganya hampir dua minggu ini meninggalkan rumah mereka itu untuk menenangkan diri di rumah kerabatnya di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Sejumlah tokoh masyarakat, seperti lurah, camat, pihak sekolah, termasuk beberapa teman Alif, anak Siami yang mengungkap kasus contek massal di sekolahnya, turut menjemput Siami dan keluarga.

"Kami sengaja jemput mereka untuk memastikan bahwa kondisi di Gadel sudah kondusif, dan warga menerima mereka kembali," kata Abdul Majid, guru SDN II Gadel yang turut menjemput.

Kepulangan Siami juga untuk mengambil rapor putranya, Alif, sekaligus untuk mendaftarkannya ke SMP.

Seperti diketahui, kasus contek massal di SDN Gadel II merambah pada permasalahan sosial, yang berbuntut diusirnya Ny Siami oleh warga setempat. Warga menganggap Siami sebagai penyebab diberikannya sanksi kepada tiga guru SDN Gadel II, termasuk kepala sekolah, karena terlibat mendesain contek massal pada ujian nasional SD pada Mei lalu.

Tokoh masyarakat Gadel, bahkan Mendiknas Muhammad Nuh, pernah menemui langsung Siami di Gresik untuk meminta agar kembali pulang ke rumahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau