Tenaga peneliti

Jurusan Arkeologi Perlu Ditambah

Kompas.com - 22/06/2011, 05:03 WIB

Jakarta, Kompas - Jurusan arkeologi di perguruan tinggi perlu ditambah mengingat Indonesia mengalami krisis tenaga peneliti di bidang arkeologi. Sekarang ini hanya ada empat universitas yang memiliki jurusan arkeologi dengan jumlah lulusan total rata-rata 80 orang per tahun.

Jumlah ini sangat minim jika dibandingkan dengan kebutuhan tenaga peneliti arkeologi untuk mencakup seluruh wilayah Indonesia.

”Idealnya di setiap kabupaten/kota ada kantor unit pelaksana teknis atau balai arkeologi karena di setiap kabupaten/kota memiliki peninggalan bersejarah,” kata Junus Satrio Atmodjo, Staf Ahli Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Bidang Hubungan Antar Lembaga, Selasa (21/6) di Jakarta.

Kenyataannya, sekarang ini hanya ada empat perguruan tinggi yang mempunyai jurusan arkeologi, yaitu Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta), Universitas Indonesia (Jakarta), Universitas Udayana (Denpasar), dan Universitas Hassanudin (Makassar).

Secara terpisah, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Bambang Wibawarta mengatakan, peminat jurusan arkeologi yang ingin masuk UI cukup banyak. Namun, UI hanya menerima 15-20 siswa setiap tahunnya dengan alasan untuk menjaga kualitas lulusan.

Menurut Nies Anggraini, Ketua Harian Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, kekurangan tenaga peneliti bidang arkeologi lebih disebabkan keterbatasan formasi pegawai negeri untuk peneliti arkeologi.

Menurut Junus, para arkeolog yang setia menekuni bidangnya hanya bisa bekerja sebagai pegawai pemerintah. Ini karena penelitian dan pelestarian temuan bersejarah merupakan wewenang pemerintah. Untuk Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, setiap tahunnya hanya diberi jatah tenaga baru 12-15 peneliti. (IND)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau