Djarum indonesia open

Satu "Tembok China" Langsung Runtuh

Kompas.com - 22/06/2011, 16:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kejutan terjadi pada hari pertama babak Djarum Indonesia Open Superseries Premier, Rabu (22/6/2011). Di luar dugaan, tunggal putri Taiwan, Tai Tzu Ying, menyingkirkan unggulan kedua asal China, Wang Xin, dengan 15-21, 21-15, 21-19.

Ini tentu saja sebuah berita menggembirakan bagi para rival Wang Xin, yang pekan lalu menjuarai Singapura Terbuka Superseries setelah menaklukkan pemain Denmark, Tine Baun. Pasalnya, dengan demikian, sudah berkurang satu kekuatan dunia, yang biasanya sulit diruntuhkan.

Bukan hal yang mengejutkan jika para pemain putri China sangat sulit ditaklukkan, apalagi di babak-babak awal seperti yang terjadi sekarang. Namun, Tai Tzu memberikan bukti bahwa tak ada yang mustahil jika seorang pemain menunjukkan semangat pantang menyerah dan tetap bernyali menghadapi pemain top sekalipun.

Benar saja. Tai Tzu, yang pada pertemuan pertama di Hongkong Terbuka Superseries 2010 menyerah dua game langsung 18-21, 10-21, tak menyerah meskipun peluangnya sudah sangat berat.

Ya, pada game ketiga dia sudah tertinggal 5-14. Tetapi, kesabaran dan semangat tinggi untuk meruntuhkan tembok China itu membuat Tai Tzu berhasil mengejar, meskipun sempat tertinggal lagi 17-19, sebelum akhirnya meraup empat poin terakhir dan menang 21-19.

Lolosnya Tai Tzu memberikan keuntungan kepada pemain Indonesia yang lolos dari kualifikasi, Adrianti Firdasari. Jika berhasil mengatasi pemain Singapura, Gu Juan, pemain Pelatnas Cipayung ini akan berhadapan dengan Tai Tzu untuk memperebutkan tiket perempat final turnamen berhadiah 600.000 dollar AS tersebut.

Wang Xin untuk sementara menjadi satu-satunya pemain China yang langsung tersingkir. Beberapa rekannya, unggulan utama Wang Shixian, unggulan ketujuh Liu Xin, dan Li Xuerui, sudah memastikan diri maju ke babak kedua. Masih ada dua pemain China yang belum bermain, yaitu unggulan ketiga Wang Yihan dan unggulan keenam Jiang Yanjiao. Wang Yihan bertemu pemain kualifikasi Taiwan, Pai Hsiao Ma, dan Jiang ditantang pemain Jepang, Eriko Hirose.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau