JAKARTA, KOMPAS.com - Salah seorang anggota DPD Jakarta, AM Fatwa mengungkapkan kekecewaannya terhadap langkah kemajuan pembangunan DKI. Menurutnya DKI Jakarta kurang punya gebrakan dan terobosan dalam menanggulangi permasalahan di Jakarta.
"Tentu saya sangat kecewa. DKI ini harus dibangun dengan gebrakan-gebrakan. Bukan hanya menghafal semacam keahlian saja," kata Fatwa ketika dijumpai seusai rapat paripurna di DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/6/2011).
Menurut Fatwa, yang terpenting adalah Jakarta harus diserahkan kepada sosok yang memiliki kepemimpinan yang mumpuni. Karena itu, harapannya Gubernur DKI Jakarta nantinya mesti memiliki gebrakan kepemimpinan dan inovasi yang dapat membawa Jakarta menjadi lebih baik.
"Yang penting Jakarta itu harus diserahkan kepada leadership-nya bukan kepada soal keahliannya. Jadi bukan diserahkan pada ahlinya, karena ahlinya banyak. Pokoknya ke depan dicari calon gubernur yang benar-benar bisa mengubah keadaan Jakarta yang penuh gebrakan dan penuh terobosan," ungkap Fatwa.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan bahwa sampai periode ini, Gubernur Fauzi Bowo dan Wakil Gubernur Prijanto harus mengejar ketertinggalan dalam penanganan masalah Jakarta. Sebut saja, masalah kemacetan seharusnya dapat diselesaikan pada periode ini dengan penambahan koridor busway dan penyelesaian proyek Mass Rapid Transport (MRT).
"Kami menganggapnya bukan gagal namun belum selesai saja proyeknya. Tentu ke depannya harus bekerja lebih keras lagi khususnya sampai satu tahun masa periode ini. Sisanya bisa dilanjutkan pada periode berikutnya," ungkap Sani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang