AM Fatwa: Jakarta Butuh "Leadership"

Kompas.com - 22/06/2011, 17:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah seorang anggota DPD Jakarta, AM Fatwa mengungkapkan kekecewaannya terhadap langkah kemajuan pembangunan DKI. Menurutnya DKI Jakarta kurang punya gebrakan dan terobosan dalam menanggulangi permasalahan di Jakarta.

"Tentu saya sangat kecewa. DKI ini harus dibangun dengan gebrakan-gebrakan. Bukan hanya menghafal semacam keahlian saja," kata Fatwa ketika dijumpai seusai rapat paripurna di DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/6/2011).

Menurut Fatwa, yang terpenting adalah Jakarta harus diserahkan kepada sosok yang memiliki kepemimpinan yang mumpuni. Karena itu, harapannya Gubernur DKI Jakarta nantinya mesti memiliki gebrakan kepemimpinan dan inovasi yang dapat membawa Jakarta menjadi lebih baik.

"Yang penting Jakarta itu harus diserahkan kepada leadership-nya bukan kepada soal keahliannya. Jadi bukan diserahkan pada ahlinya, karena ahlinya banyak. Pokoknya ke depan dicari calon gubernur yang benar-benar bisa mengubah keadaan Jakarta yang penuh gebrakan dan penuh terobosan," ungkap Fatwa.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan bahwa sampai periode ini, Gubernur Fauzi Bowo dan Wakil Gubernur Prijanto harus mengejar ketertinggalan dalam penanganan masalah Jakarta. Sebut saja, masalah kemacetan seharusnya dapat diselesaikan pada periode ini dengan penambahan koridor busway dan penyelesaian proyek Mass Rapid Transport (MRT).

"Kami menganggapnya bukan gagal namun belum selesai saja proyeknya. Tentu ke depannya harus bekerja lebih keras lagi khususnya sampai satu tahun masa periode ini. Sisanya bisa dilanjutkan pada periode berikutnya," ungkap Sani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau