Pihak Lawan Tagih Syahrini Kembalikan Rp 60 Juta

Kompas.com - 22/06/2011, 22:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kasus perdata yang menghadapkan pihak penyanyi Syahrini dengan pihak Blue Eyes (BE), sebuah kafe di Bali, belum berakhir. Sidang mereka yang seharusnya digelar pada Rabu (22/6/2011) ditunda karena Majelis Hakim berhalangan hadir. Selain itu, mediasi antarmereka belum terlaksana.

Pihak BE mengaku belum menerima kembali haonor yang telah mereka berikan kepada Syahrini, yang menurut mereka melanggar kontrak karena batal tampil di BE pada 27 Januari 2011. Padahal, masih menurut pihak BE, pihak Syahrini-lah yang menyampaikan itikad baik itu. "Buat Syahrini dan adiknya, buktikan itikad baikmu. Ini bukan permasalahan perikemanusiaan, tapi mana buktinya. Katanya memulai itikad baik, tapi mana? Kami punya bukti kalau mereka belum mengembalikan uang yang telah dibayarkan sebagai honor mendatangkan Syahrini sebesar Rp 60 juta," ujar Hariyadi, SH, kuasa hukum pihak BE ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Rabu (22/6/2011).

Menurut Hariyadi pula, poin perikemanusiaan yang diajukan oleh pihak Syahrini justru bisa menjadi poin paling dasar untuk menyerang pelantun lagu "Aku Tak Biasa" tersebut. Di matanya, keinginan pihak Syahrini untuk menyelesaikan masalah, hanyalah angan-angan tanpa realisasi. "Seharusnya, kalau merasa tidak bisa manggung, enggak terima duit kan? Tapi, mengapa Syahrini yang sudah menerima duit belum mau mengembalikannya hingga saat ini?" lanjut Hariyadi. "Bisa saja kan, malam-malam di kala senggang ke ATM (anjungan tunai mandiri), mengembalikan duit itu. Ini kok enggak dilakukan?" sambungnya.

Sidang Syahrini Vs BE dijadwalkan kembali akan digelar pada Kamis minggu depan (30/6/2011). Pihak BE mengaku telah siap menjalani sidang yang beragenda penunjukkan pembuktian oleh masing-masing pihak. "Sudah kami siapkan segala sesuatunya. Semua bukti sudah siap," ujar Hariyadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau